Grand Opening Ushul-Skill Up 2025, Menafsir Ulang Azhary: Membangun Akademisi Progresif di Era Kompetitif
Rabu (22/10), SEMA-FU kembali mengadakan Grand Opening Ushul Skill-Up di Griya Jawa Tengah KSW, Hay Asyir. Kali ini, Ushul Skill-Up 2025 hadir sebagai rangkaian dari acara Ushul College Week dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun SEMA-FU ke-24. Di Grand Opening kali ini, SEMA-FU mengundang pemateri-pemateri ternama lingkup masisir yang berorientasi terhadap pengembangan kompetensi seperti Ahmad Hadziq Akmal dan Moh. Ghibran Alwi, bertujuan membenahi dan membentuk mahasiswa yang intelek dan progresif di era serba cepat yang makin kompetitif.
Acara dimulai pukul 10.30, diisi dengan sambutan oleh Nadila Adha selaku penanggung jawab, Dila menyampaikan bahwa Ushul Skill-Up ini diharap menjadi acara yang berkesan tidak hanya dari segi teknis keberlangsungan acara, tetapi juga meninggalkan ilmu yang membekas bagi para peserta.
Acara dimulai pukul 10.30, diisi dengan sambutan oleh Nadila Adha selaku penanggung jawab, Dila menyampaikan bahwa Ushul Skill-Up ini diharap menjadi acara yang berkesan tidak hanya dari segi teknis keberlangsungan acara, tetapi juga meninggalkan ilmu yang membekas bagi para peserta.
Selanjutnya, acara dilanjut dengan penyampaian materi oleh Ahmad Hadziq Akmal. Disampaikan selama kurang lebih 20 menit, menjelaskan mengenai akademisi Azhary progresif juga berkesempatan menjadi pribadi yang generalis, yang bisa berkarir sambil belajar. Akmal mengambil contoh melalui tokoh-tokoh yang dikenal banyak orang dengan berbagai kompetensinya, tetapi garis besar tujuannya adalah menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap keilmuan.
Adapun Moh. Ghibran Alwi, yang juga pemateri setelah Akmal, menjelaskan makna istilah intelektual secara historis dan etimologi. Menurut Ghibran, makna kata tersebut seringkali berkembang bergantung pada zaman. Ia juga menyampaikan bahwa baginya, setiap era itu kompetitif, maka tetaplah berusaha berkembang di mana pun eranya. Harapannya, mahasiswa intelek bisa berperang ide secara sehat, terlebih melalui tulisan dan catatan. "Catatan bisa menjadi bank ide untuk tulisan yang lebih utuh". Ghibran juga mengutip bahwa seseorang akan benar-benar mati jika ia telah dilupakan.
Reporter: Wildan Taufiq

Komentar