Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Teras Ushul

Menyelamatkan Akal dari David Hume: Mengapa Kita Harus Percaya Sebab Akibat?

Oleh: Muhammad Aiman Hakim Sebab Akibat adalah pembahasan yang sangat penting di dalam Islam. Karena beberapa pondasi Islam sedikit banyak didasari atas konsep tersebut. Para ulama misalnya membuktikan eksistensi Tuhan dengan menetapkannya sebagai sebab primer yang tidak lagi disebabkan oleh yang lain. Mengingkari konsep sebab-akibat melahirkan konsekuensi yang fatal. Dengan mengingkarinya, seseorang bisa menyangkal keniscayaan adanya sebab dari setiap akibat. Dan mengingkari keniscayaan sebab dapat membuat seseorang mengingkari keniscayaan adanya Tuhan.  Dalam sejarah pemikiran, terdapat salah satu filsuf yang dikenal karena konsepnya mengenai sebab akibat, yaitu David Hume. Filsuf kenamaan Skotlandia tersebut hidup di zaman ketika sains berkembang dengan spektakuler dengan munculnya nama-nama seperti Newton, Galileo, Kepler, dll. Menghadapi kesuksesan besar dari sains modern, Hume terdorong untuk membuat model filsafat yang sama terjaminnya dengan sains modern dengan mengandalk...

Memaknai Kerusakan Alam sebagai Krisis Spiritual: Sebuah Perspektif Tasawuf

Oleh : Marinda Sekar Di tengah janji pembangunan dan kemakmuran ekonomi oleh pemerintah—yang nampaknya belum juga dirasa oleh rakyat—Indonesia saat ini sedang disapa oleh amarah alam berupa banjir yang meluluhlantahkan, juga tanah longsor yang melenyapkan banyak kehidupan. Dan agaknya banyak pernyataan nirempati atas bencana yang terjadi, justru keluar dari mulut para pemangku kebijakan. Bencana-bencana seperti ini sering mereka sebut sebagai musibah alam atau faktor alamiah seolah-olah manusia hanya menjadi korban pasif dari siklus alam yang kejam. Padahal, jika ditilik kembali dan ingin jujur dalam menatap jejak kerusakan di baliknya seperti, sungai meluap dan tersumbat, lereng yang dibiarkan gundul—tampaklah jelas bahwa bencana tersebut adalah buah dari sebuah cara pandang dan pola relasi yang keliru antara manusia dan alam. Krisis ekologis yang sedang kita hadapi saat ini agaknya bisa penulis sebut merupakan hakikat dari krisis spiritual dan makna. Alam direduksi maknanya menja...