ITTIBA’ 2026 hari pertama diselenggarakan di Hadiqah Dauliyah, Hay Sabi’, Nasr City, Kairo pada Sabtu (04/04/2026), dengan membawa semangat “membumikan ruang intelektual dalam orientasi mahasiswa baru.” Sebuah upaya menghadirkan orientasi yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menjadi ruang tumbuh bagi kesadaran, dan pijakan awal mahasiswa baru.
Konsep Breakout Room dihadirkan melalui 6 majelis bersama pemateri yang mumpuni, untuk menghidupkan nilai jāmi’ dan jāmi’ah serta mengintegrasikan tujuan mahasiswa baru dalam studi di Mesir. Kegiatan dilanjutkan dengan 10 Small Group Discussion bersama fasilitator, yang mengajak peserta menggali dan menemukan “X” dalam diri masing-masing. Seluruh rangkaian berlangsung secara outdoor di Hadiqah Dauliyah dengan suasana belajar yang terbuka dan reflektif.
Berangkat dari dua fondasi utama, "Reaktualisasi nilai Azhari dan Ushuliy serta integrasi tujuan mahasiswa baru di Mesir", ITTIBA’ 2026 mengangkat tema Operation X yang berupaya menghadirkan ruang yang tidak hanya ramai, tetapi tepat dan bermakna.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Panitia, Shofia Muthia, menegaskan bahwa ITTIBA’ adalah proses menemukan arah. Ia berharap peserta mampu mengenali potensi, menemukan nilai “X”, dan memetakan tujuan mereka selama menempuh pendidikan di Mesir. Senada dengan itu, Al-Ustadz Said Anwar, Lc., sebagai pemateri, menyampaikan bahwa konsep dan upaya yang baik telah dihadirkan pada hari pertama ini akan sangat disayangkan jika berhenti pada momen ini, namun perlu terus dilanjutkan dan dihidupkan dalam perjalanan ke depan.
Acara ini merupakan rangkaian pertama dari 3 hari pelaksaanaan ITTIBA' yang dinamakan Protocol X dan diikuti oleh 167 mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin tahun ajaran 2026/2027.
Oleh Muhammad Hafid Akbar
Komentar