Langsung ke konten utama

Notula Kajian Internal Kitab Qimatuzzaman 'inda Al-Ulama | Pertemuan Pertama

Pertemuan Pertama - Senin, 28 Oktober 2019
Sekretariat Dar El-Fachri, Hay Sabi
16.45 -18.30 WLK

Dalam kajian ini, kami membahas kitab Qimatuzzaman karya Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah yang dimulai dari halaman 25. Beberapa poin penting sebagai berikut :

المقدمات من المهمات
Seperti yg dikatakan oleh Syekh Husam Ramadhan, Muqoddimah adalah sesuatu yg sangat penting. Bacalah muqoddimah dari kitab apapun terlebih dahulu, karena banyak faidah dan manfaat yang dapat dipetik. 

- Penulis kitab ini (Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah) merupakan ulama yang menulis di berbagai macam kitab dalam berbagai bidang ilmu, bahkan beliau merupakan Imam Suyuti pada zamannya.

- Kitab ini merupakan masterpiecenya beliau, dan merupakan kitab yang termasuk best seller.

- Apa bedanya الأول dan الأولى?
Beda penggunaannya karena 
  يتفقان في الأمرين.
1. Sifat adad harus sama dengan sifat ma’dud baik mudzakkaratau muannatsnya
2. I’rob adad harus sama dengan ma’dud, baik rofa’ nashob atau jarrnya.

- Di muqoddimah paragraf pertama, terdapat uslub balaghoh, yaitu saja' yg merupakan bagian dari fan badi’ dalam ilmu balaghah.

سجع : اتفاق أواخر الجمل
Saja’ : samanya bunyi tiap akhir jumlah/kalam
A - A - A - A
B - B - B - B
Contoh :
الرحمن
علّم القرآن
خلق الإنسان
علّمه البيان

- Berharganya waktu itu berbeda-beda. Tergantung cara pandangnya. Maka berharganya waktu menurut filsuf, pedagang, tentara dan penuntut ilmu itu akan berbeda. Buku ini dikhususkan membahas berharganya waktu ditinjau dari perspektif pencari ilmu dan ahli ilmu saja (khususnya).
- Kitab ini bisa menjadi moodbooster bagi kita agar bertambah semangatnya untuk menuntut ilmu, karena fenomena yang ada pada saat ini, semangat para penutut ilmu mulai menurun, yang menyebabkan meluasnya populasi orang-orang malas (kaum rebahan).
- Nikmat Allah itu tiada batasnya, tak bisa terhitung jumlahnya seperti yg tertulis dalam ayat al quran " و إن تعدوا نعمة الله لا تحصوها". Hal ini juga ditekankan dalam ilmu mantiq, yang dimana nikmat Allah ini termasuk kategori lafadz kulli dilihat dari segi eksistensinya di alam nyata (الكلّيّ باعتبار وجوده فى الخارج)

- Nikmat itu ada 2 macam: ushul dan furu’ (pokok/asal dan cabangnya).
- Nikmat iman termasuk ushulun nikmat (nikmat yang paling pokok). Nikmat iman adalah nikmat yang paling agung yang harus kita syukuri. Nikmat Islam juga termasuk nikmat yg paling pokok.


- Yang termasuk nikmat yang paling besar:
1. Nikmat Iman
2. Nikmat Islam
3. Nikmat Ilmu

- Hakikatnya, segala sesuatu yg datang dari allah itu merupakan nikmat (meskipun itu berupa adzab. Karena kita bisa terhapus dosanya ketika setelah Allah memberi adzab pada kita)
- Apa itu Istidroj? Apabila kita dikasih nikmat terus menerus, semuanya serba mudah tapi tidak dibarengi dengan menjalankan kewajiban sebagai hamba-Nya. Itulah istidroj.
- Bentuk dari realisasi rasa syukur kita kepada nikmat Allah sangat banyak. Salah satunya adalah dengan menjalankan kewajiban kita sebagai hamba-Nya.
- Nikmat yg sering kita lalaikan adalah nikmat sehat dan waktu luang. Maka dari itu jika kita diberi kesehatan, perbanyaklah bersyukur. Semoga Allah selalu tetapkan badan kita dan hati kita dalam keadaan sehat wal afiyat.

- Dan yang merupakan nikmat besar bagi manusia adalah nikmat Ilmu. Kita harus bisa menyeimbangkan antara ilmu dunia dan ilmu akhirat.

- Karena ilmu; manusia bisa memiliki derajat yang mulia. Karena ilmu pula manusia bisa meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Ilmu didapat oleh akal, dan akal adalah مناط التكليف (titik pusat pembebanan hukum taklif). Ketika manusia punya akal, maka hal ini berimplementasi pada jatuhnya hukum taklif pada manusia.
- Karena sehat wal afiyat adalah poros yg bisa menggerakkan tubuh manusia, maka kita harus bersyukur atas sehatnya badan kita.

- Al-Qur’an adalah poros peradaban.
- Waktu adalah medan kehidupan manusia. Kalau waktu tidak ada, maka manusia tidak bisa hidup dan menjalankan kewajibannya. Karena manusia - bahkan seluruh makhluk - tidak bisa terlepas dari ruang dan waktu. Hanya Allah saja, satu-satunya dzat yang terlepas dan tersucikan dari jisimjirim, ruang, dan waktu.

- Salah satu murid Imam Ghozali meminta nasihat kepada Imam Ghozali, yang dimana nasihatnya ini mampu ia pakai dan cukup untuk seumur hidupnya. Lalu Imam Ghozali menjawab : 
علامة إعراض الله عن العبد اشتغاله بما لايعنيه
ومن جاوز الأربعين ولم يغلب خيرُه شرَّه فليتبوّأْ مقعدَه من النار
“Tanda berpalingnya Allah dari seorang hamba adalah (karena) sibuknya hamba tersebut dengan melakukan pekerjaan yang tidak bermanfaat baginya. Barangsiapa yang telah melewati umur 40 tahun, tetapi amal kebaikannya tidak bisa menutupi dan mengalahkan amal keburukannya selama hidupnya, maka bersiap-siaplah masuk ke neraka."
- Nasihat ini memiliki korehensi dengan hadis nabi Saw dalam Hadis Arba’in Al-Nawawiyyah yang berbunyi :

من حسن إسلام المرء تركه مالايعنيه
“Termasuk dari ciri bagusnya islamnya seseorang adalah dengan meninggalkannya ia terhadap sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.”

- Kitab ini merupakan kitab yang wajib dikaji oleh seorang Azhari, karena kita sebagai penuntut ilmu yang harus selalu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
- Kita berusaha mengkaji kitab ini ditinjau dari berbagai perspektif fan ilmu. Mulai dari ilmu nahwu, shorof, mantiq, balaghah, tashawwuf, ilmu kalam, filsafat, fikih, ushul fikih, akhlak, adab, dan ilmu-ilmu lainnya. Agar cakrawala keilmuan kita lebih terbuka lebar dan luas, tidak terfokus pada satu bidang ilmu saja.
- Kajian ini pula bertujuan untuk melatih keberanian dan mental kita supaya lebih berani berbicara di depan publik. Dan apa yang ia sampaikan bisa lebih berbobot, berilmu, dan berkualitas.

Sekian, semoga bermanfaat.

Pemateri:
Hamzah Assad Abdul Jabar
Muhammad Ardabilla

Moderator:
Rama Aulia Farhansyah

Notulis: 
Aisyah Rifqi Fathin
Najla Qo'datul Lailah

Editor:
Hamzah Assad Abdul Jabar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penganugrahan Ushuluddin 2025: Menyalakan Semangat, Merawat Dedikasi

Qoah Burj, 19 Juli 2025 — Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin sukses menggelar Penganugerahan Ushuluddin 2025 dengan tema " Appear Dedication to Maintain the Future ". Acara ini menjadi ajang apresiasi atas dedikasi mahasiswa berprestasi serta bentuk terima kasih kepada para donatur dan mitra yang telah mendukung perjalanan SEMA-FU selama ini. Acara dibuka pukul 12.05 siang waktu Kairo oleh pembawa acara dan pembacaan Al-Qur’an oleh Istikhori Azis. Dalam sambutannya, Neal Coutsar, selaku ketua panitia menegaskan bahwa Penganugerahan ini bukan sekadar bentuk penghargaan, namun juga ajang menyalurkan semangat dan membangun budaya akademik yang sehat. Dr. Rahmat Aming Lasim, M.B.A., selaku Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kairo turut menyampaikan bahwa mahasiswa luar biasa adalah mereka yang mampu melampaui batas muqarrar  dan tidak setengah-setengah dalam menuntut ilmu. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan esai dari kandidat calon Mahasiswa Berpresta...

Fenomena dan Dinamika Talaqqi: Sebuah Analisa Terhadap Optimasi Keilmuan Masisir

Pendahuluan Dalam buku Journal of Islamic Studies yang diterbitkan Universitas Oxford, Universitas alAzhar Kairo berkali-kali disebutkan sebagai kampus dengan kajian keislaman terbaik, bahkan dinobatkan sebagai kampus yang paling berpengaruh dalam penyebaran ajaran keislaman di dunia. Hal ini dikarenakan sistem pembelajarannya yang masih cenderung autentik dari ratusan tahun yang lalu, yaitu dengan bermulazamah terhadap seorang guru atau yang dikenal sebagai ‘syekh’ serta menggunakan kurikulum keilmuan yang sudah disusun sesempurna mungkin oleh para pendahulu. Sistem pembelajaran ini kemudian dikenal dengan istilah at-Ta’alum fi al-Jami’ wa al-Jami’ah , tentu istilah tersebut tidak asing dalam pengetahuan mahasiswa Indonesia di Universitas alAzhar Kairo (masisir). At-Ta’alum fi al-Jami’ adalah kegiatan belajar-mengajar yang diikuti oleh murid di luar wilayah kampus, seperti di dalam masjid al-Azhar. Sebaliknya, at-Ta’alum fi al-Jami’ah adalah kegiatan belajar-mengajar para mahasis...

Day-1 Pekan Keilmuan: Seminar Fakultatif Menjadi Langkah Konkret SEMA-FU dalam Mencegah Salah Pilih Jurusan

Aula DAHA KMJ, 12 Juli 2025 – Sebanyak 63 mahasiswa Fakultas Ushuluddin memadati Aula DAHA KMJ hari ini dalam Seminar Fakultatif pembuka Pekan Keilmuan. Acara yang digagas Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin ini menghadirkan penjabaran mendalam tentang empat penjurusan ( tasy'ib ). Seminar yang dimoderatori langsung oleh Ketua Senat Mahasiswa Fakultas, Wildan Akbar Fathurrahman menghadirkan mahasiswa yang ahli pada masing-masing syu'bah : Syu'bah Akidah dan Filsafat dijelaskan secara gamblang oleh Mohammad Ghibran Alwi Syu'bah Dakwah dipaparkan oleh Farhan Ali Ishaqi. Syu'bah Tafsir dihadirkan oleh Holilur Rohman M.Zubaidi, Lc., M.A. Syu'bah Hadis dijelaskan oleh Ustazah Alya Mafais, Lc., Dipl.  Di berbagai sesi, para pemateri menyampaikan pesan serupa tentang memilih penjurusan. Mereka secara tegas menekankan: "Tidak ada jurusan yang secara mutlak susah atau mudah. Setiap syu'bah memiliki tantangan dan karakteristiknya masing-masing. Kunci untuk mampu ...