Langsung ke konten utama

Dihadiri Ratusan Peserta, Ittiba' 2020 Siapkan Kader Ushuluddin yang Lebih Berkompeten


     Acara Ittiba’ Fakultas Ushuluddin yang diadakan pada Sabtu (14/3) di Aula Wisma Nusantara bejalan dengan lancar. Acara yang diikuti oleh para Maba maupun Camaba ini merupakan acara Ittiba’ kedua yang berhasil diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (SEMA-FU). 

    Acara yang diselenggarakan di Wisma Nusantara tersebut  menghadirkan Ust. Ahmad Ramdani Anis, Lc., Dipl., sebagai pengisi motivasi untuk peserta, serta Ust. Rifky Ramdhani dan Ust. Rofi Dwicita Mahardika sebagai pengisi sesi talkshow seputar perkuliahan Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo.

          Acara tersebut mengangkat tema “Semakin Besar Keyakinan, Semakin Besar Peluang Kesuksesan“ dengan tujuan agar para calon mahasiswa baru Universitas Al-Azhar terutama Fakultas Ushuluddin semakin yakin dengan jurusan yang akan dipilih sehingga tidak merasakan apa yang disebut salah jurusan.

      Jajaran PPMI yang diwakili langsung oleh Presiden PPMI Mesir dan perwakilan dari Wihdah PPMI pun turut hadir dan mengikuti acara tersebut.

      Selain motivasi dari Ust. Ahmad Ramdani Anis, Lc., Dipl., dan talkshow seputar perkuliahan, SEMA-FU juga melengkapi acara tersebut dengan talkshow seputar senat yang diisi langsung oleh Ketua SEMA-FU, Novian Nuzul Faza dan Bendahara SEMA-FU, Rizqi Uzwatun Fatimah, dengan tujuan menyiapkan kader penerus estafet kepengurusan SEMA-FU.

          Tak kalah semangat dengan para pemateri, para peserta pun sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut. Sesi tanya jawab seputar perkuliahan dan kesenatan juga melengkapi kemeriahan acara tersebut.

        Acara yang berlangsung sejak pukul 10.00 CLT tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri kurang lebih oleh 120 peserta yang terdiri dari calon mahasiswa baru yang sedang belajar di Markaz Lughoh Mesir maupun yang sebelumnya pernah belajar di Pusiba (Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab).

      Acara tersebut berakhir pada pukul 16.00 CLT dan diakhiri dengan sesi pembagian hadiah  sebagai bentuk apresiasi kepada peserta lomba twibbon dan video competition_ yang sebelumnya telah diadakan untuk memeriahkan acara tersebut. Doorprize yang menarik pun dibagikan kepada para peserta yang mengajukan pertanyaan pada sesi talkshow.

Oleh: Nurizza Ilham Firdaus
Editor: Alif Rafdi


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penganugrahan Ushuluddin 2025: Menyalakan Semangat, Merawat Dedikasi

Qoah Burj, 19 Juli 2025 — Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin sukses menggelar Penganugerahan Ushuluddin 2025 dengan tema " Appear Dedication to Maintain the Future ". Acara ini menjadi ajang apresiasi atas dedikasi mahasiswa berprestasi serta bentuk terima kasih kepada para donatur dan mitra yang telah mendukung perjalanan SEMA-FU selama ini. Acara dibuka pukul 12.05 siang waktu Kairo oleh pembawa acara dan pembacaan Al-Qur’an oleh Istikhori Azis. Dalam sambutannya, Neal Coutsar, selaku ketua panitia menegaskan bahwa Penganugerahan ini bukan sekadar bentuk penghargaan, namun juga ajang menyalurkan semangat dan membangun budaya akademik yang sehat. Dr. Rahmat Aming Lasim, M.B.A., selaku Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kairo turut menyampaikan bahwa mahasiswa luar biasa adalah mereka yang mampu melampaui batas muqarrar  dan tidak setengah-setengah dalam menuntut ilmu. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan esai dari kandidat calon Mahasiswa Berpresta...

Fenomena dan Dinamika Talaqqi: Sebuah Analisa Terhadap Optimasi Keilmuan Masisir

Pendahuluan Dalam buku Journal of Islamic Studies yang diterbitkan Universitas Oxford, Universitas alAzhar Kairo berkali-kali disebutkan sebagai kampus dengan kajian keislaman terbaik, bahkan dinobatkan sebagai kampus yang paling berpengaruh dalam penyebaran ajaran keislaman di dunia. Hal ini dikarenakan sistem pembelajarannya yang masih cenderung autentik dari ratusan tahun yang lalu, yaitu dengan bermulazamah terhadap seorang guru atau yang dikenal sebagai ‘syekh’ serta menggunakan kurikulum keilmuan yang sudah disusun sesempurna mungkin oleh para pendahulu. Sistem pembelajaran ini kemudian dikenal dengan istilah at-Ta’alum fi al-Jami’ wa al-Jami’ah , tentu istilah tersebut tidak asing dalam pengetahuan mahasiswa Indonesia di Universitas alAzhar Kairo (masisir). At-Ta’alum fi al-Jami’ adalah kegiatan belajar-mengajar yang diikuti oleh murid di luar wilayah kampus, seperti di dalam masjid al-Azhar. Sebaliknya, at-Ta’alum fi al-Jami’ah adalah kegiatan belajar-mengajar para mahasis...

Day-1 Pekan Keilmuan: Seminar Fakultatif Menjadi Langkah Konkret SEMA-FU dalam Mencegah Salah Pilih Jurusan

Aula DAHA KMJ, 12 Juli 2025 – Sebanyak 63 mahasiswa Fakultas Ushuluddin memadati Aula DAHA KMJ hari ini dalam Seminar Fakultatif pembuka Pekan Keilmuan. Acara yang digagas Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin ini menghadirkan penjabaran mendalam tentang empat penjurusan ( tasy'ib ). Seminar yang dimoderatori langsung oleh Ketua Senat Mahasiswa Fakultas, Wildan Akbar Fathurrahman menghadirkan mahasiswa yang ahli pada masing-masing syu'bah : Syu'bah Akidah dan Filsafat dijelaskan secara gamblang oleh Mohammad Ghibran Alwi Syu'bah Dakwah dipaparkan oleh Farhan Ali Ishaqi. Syu'bah Tafsir dihadirkan oleh Holilur Rohman M.Zubaidi, Lc., M.A. Syu'bah Hadis dijelaskan oleh Ustazah Alya Mafais, Lc., Dipl.  Di berbagai sesi, para pemateri menyampaikan pesan serupa tentang memilih penjurusan. Mereka secara tegas menekankan: "Tidak ada jurusan yang secara mutlak susah atau mudah. Setiap syu'bah memiliki tantangan dan karakteristiknya masing-masing. Kunci untuk mampu ...