Langsung ke konten utama

Grand Try Out 2025: Mengasah Kesiapan, Meneguhkan Tekad Menuntut Ilmu

Dalam rangka memberikan gambaran nyata mengenai sistematika dan tata cara pelaksanaan ujian di Universitas Al-Azhar, SEMA-FU kembali mengadakan Grand Try Out (GTO) pada Rabu (03/12). Acara ini berlangsung di Kampus Fakultas Ushuluddin Banin, tepatnya di Ruang Kelas Imam Muslim bagi peserta banin, dan di Ruang Kelas Imam Bukhori bagi peserta banat. Kegiatan ini diketuai oleh Luthfi Idris, bertujuan mengurangi rasa khawatir sekaligus membekali mahasiswa dengan pengalaman secara langsung menghadapi ujian. Dengan ini, SEMA-FU ingin menegaskan ujian bukanlah suatu hal menakutkan, melainkan kesempatan untuk menunjukkan kesiapan dan kesungguhan dalam menuntut ilmu. Acara dimulai pukul 10.40 Waktu Kairo, berlangsung khidmat dan hangat berkat kepiawaian Muhammad Hafid sebagai MC.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dr. Misbah Mansur selaku Wakil Dekan Fakultas Pascasarjana Ushuluddin Kairo, dan Ahmad Mawardi selaku Menteri Koordinator Pendidikan PPMI Mesir. Antusiasme luar biasa tercermin dari jumlah peserta, mencapai 450 orang. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ahmad Faiz, kemudian sambutan Dr. Misbah Mansur, mewakili Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Dr. Mahmud Muhammad Hussein. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa senang dan bahagia atas terselenggaranya GTO ini, sekaligus menekankan bahwa kehadiran mahasiswa Indonesia mencerminkan komitmen bangsa terhadap ilmu agama. Beliau berpesan agar kelak mampu memberi manfaat besar bagi masyarakat tanah air.

Sambutan berikutnya oleh ketua pelaksana Luthfi Idris, ketua SEMA-FU Almer Hakim, dan Ahmad Mawardi Menteri Koordinator Pendidikan. Ketiganya memberikan motivasi, nasihat, serta apresiasi kepada peserta agar menjadikan GTO sebagai ajang mengasah kemampuan, melatih kesungguhan, dan menumbuhkan kedisiplinan dalam belajar serta tidak lupa akan bertawakal kepada Allah Swt. Sebelum memasuki acara selanjutnya, dilaksanakan sesi foto bersama duktur, tamu undangan juga peserta GTO. Memasuki acara inti dimulai dengan doa bersama yang dipandu oleh Maula Kafa, dengan tujuan agar para peserta diberikan kemudahan dalam mengerjakan soal ujian. Dilanjutkan dengan pengalihan peserta ke ruang ujian masing-masing, lalu penjelasan kasyfu bayanat (lembar jawaban) oleh Kevin Farhan dan Rifdah Nur Shafiyah serta pembagian soal ujian oleh panitia. Mata Kuliah yang diujikan adalah Ilmu Mantik dan Ulumul Qur’an, yang berdurasi selama 60 menit.

Selanjutnya, peserta mengikuti pembahasan soal dipandu langsung oleh Zakka Asvi dan Marinda Sekar. Sementara itu, tim koreksi mulai memeriksa jawaban para peserta. Acara kemudian dilanjutkan oleh sesi tips and tricks. Menghadirkan asyru awa’il (sepuluh peringkat teratas dari wafidin/wafidat) yakni: Rifa Tiara Fauziah dan Muhammad Aiman Hakim, berbagi strategi dan pengalaman mereka dalam belajar. Pada penghujung acara, diumumkan peserta dengan nilai tertinggi: Rahmi Ashari dengan nilai 86, dan Rahmat Hidayat dengan nilai 93. SEMA-FU memberikan apresiasi khusus kepada keduanya sebagai bentuk penghargaan kesungguhan belajar. Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, GTO SEMA-FU resmi ditutup dengan doa. Semoga ikhtiar ini menjadi bekal berharga bagi mahasiswa/i dalam menghadapi ujian Al-Azhar, serta menguatkan tekad untuk terus menuntut ilmu dengan semangat dan kesungguhan.

Reporter: Hestri Aisyah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penganugrahan Ushuluddin 2025: Menyalakan Semangat, Merawat Dedikasi

Qoah Burj, 19 Juli 2025 — Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin sukses menggelar Penganugerahan Ushuluddin 2025 dengan tema " Appear Dedication to Maintain the Future ". Acara ini menjadi ajang apresiasi atas dedikasi mahasiswa berprestasi serta bentuk terima kasih kepada para donatur dan mitra yang telah mendukung perjalanan SEMA-FU selama ini. Acara dibuka pukul 12.05 siang waktu Kairo oleh pembawa acara dan pembacaan Al-Qur’an oleh Istikhori Azis. Dalam sambutannya, Neal Coutsar, selaku ketua panitia menegaskan bahwa Penganugerahan ini bukan sekadar bentuk penghargaan, namun juga ajang menyalurkan semangat dan membangun budaya akademik yang sehat. Dr. Rahmat Aming Lasim, M.B.A., selaku Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kairo turut menyampaikan bahwa mahasiswa luar biasa adalah mereka yang mampu melampaui batas muqarrar  dan tidak setengah-setengah dalam menuntut ilmu. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan esai dari kandidat calon Mahasiswa Berpresta...

Fenomena dan Dinamika Talaqqi: Sebuah Analisa Terhadap Optimasi Keilmuan Masisir

Pendahuluan Dalam buku Journal of Islamic Studies yang diterbitkan Universitas Oxford, Universitas alAzhar Kairo berkali-kali disebutkan sebagai kampus dengan kajian keislaman terbaik, bahkan dinobatkan sebagai kampus yang paling berpengaruh dalam penyebaran ajaran keislaman di dunia. Hal ini dikarenakan sistem pembelajarannya yang masih cenderung autentik dari ratusan tahun yang lalu, yaitu dengan bermulazamah terhadap seorang guru atau yang dikenal sebagai ‘syekh’ serta menggunakan kurikulum keilmuan yang sudah disusun sesempurna mungkin oleh para pendahulu. Sistem pembelajaran ini kemudian dikenal dengan istilah at-Ta’alum fi al-Jami’ wa al-Jami’ah , tentu istilah tersebut tidak asing dalam pengetahuan mahasiswa Indonesia di Universitas alAzhar Kairo (masisir). At-Ta’alum fi al-Jami’ adalah kegiatan belajar-mengajar yang diikuti oleh murid di luar wilayah kampus, seperti di dalam masjid al-Azhar. Sebaliknya, at-Ta’alum fi al-Jami’ah adalah kegiatan belajar-mengajar para mahasis...

Day-1 Pekan Keilmuan: Seminar Fakultatif Menjadi Langkah Konkret SEMA-FU dalam Mencegah Salah Pilih Jurusan

Aula DAHA KMJ, 12 Juli 2025 – Sebanyak 63 mahasiswa Fakultas Ushuluddin memadati Aula DAHA KMJ hari ini dalam Seminar Fakultatif pembuka Pekan Keilmuan. Acara yang digagas Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin ini menghadirkan penjabaran mendalam tentang empat penjurusan ( tasy'ib ). Seminar yang dimoderatori langsung oleh Ketua Senat Mahasiswa Fakultas, Wildan Akbar Fathurrahman menghadirkan mahasiswa yang ahli pada masing-masing syu'bah : Syu'bah Akidah dan Filsafat dijelaskan secara gamblang oleh Mohammad Ghibran Alwi Syu'bah Dakwah dipaparkan oleh Farhan Ali Ishaqi. Syu'bah Tafsir dihadirkan oleh Holilur Rohman M.Zubaidi, Lc., M.A. Syu'bah Hadis dijelaskan oleh Ustazah Alya Mafais, Lc., Dipl.  Di berbagai sesi, para pemateri menyampaikan pesan serupa tentang memilih penjurusan. Mereka secara tegas menekankan: "Tidak ada jurusan yang secara mutlak susah atau mudah. Setiap syu'bah memiliki tantangan dan karakteristiknya masing-masing. Kunci untuk mampu ...