Langsung ke konten utama

Pelantikan Dewan Pengurus Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Kabinet Raudhah Periode 2024/2025, Abdul Muta’ali: Penguasaan Soft Skill Didapat Dari Organisasi.





Foto Kabinet Raudhah pada Pelantikan Dewan Pengurus (10/9/2024)


SEMA-FU, Kairo-  Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (Sema-FU) melaksanakan Pelantikan Dewan Pengurus baru dan pembentukan Kabinet di aula Kekeluargaan Mahasiswa Nusa Tenggara dan Bali (KM-NTB) pada hari Selasa, 10 September 2024.

Acara ini dihadiri oleh beberapa tamu penting seperti Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kairo, wakil Presiden PPMI Mesir, Ketua Wihdah, BPO, dan MPO SEMA-FU. Acara ini dimulai dengan pembukaan dan dilanjut dengan sambutan Ketua SEMA-FU dan para tamu undangan. 

Yang menarik dari sambutan Dr. Muta'ali adalah tentang pentingnya pengembangan softskill di kalangan mahasiswa“Orang-Orang hebat kebanyakan lahir dari Soft Skill, salah satu upaya untuk mengasah Soft Skill dimulai dari berorganisasi”. Ucap Abdul Muta’ali dalam sambutannya.

Ia juga menyinggung tentang pembludakan jumlah mahasiswa yang berada di Mesir. "Dalam hal mahasiswa indonesia di luar negri, Saat ini  Mesir menepati ranking 2. Hanya kalah dengan Australia, kita lima belas ribu, Asutralia dua puluh ribu," tukas Atdikbud KBRI Cairo. Kemudian ia berpesan kepada Dewan Pengurus SEMA-FU untuk ambil peran lebih dalam dinamika kehidupan Masisir. Pak Muta'ali berharap besar bahwa perbaikan tatanan dinamika Masisir dapat dimulai dari Pengurus SEMA-FU.

Harun Naufal, selaku ketua BPO menyampaikan pesan kepada para Dewan Pengurus baru bahwa eksistensi dan kebaikan yang ada di dalam Sema-FU tidak hanya berasal upaya para pendahulu, melainkan dari keberkahan yang ada di dalamnya, “jangan cari harum dalam Sema-FU, tapi harumkanlah Sema-FU”, ujarnya.

Setelah beberapa sambutan, BPO melantik Dewan Pengurus SEMA-FU 2024/2025 dengan membacakan ikrar pengurus yang dituntun oleh Sh
olah El-Madany Fath.

Harapannya, dengan terlaksananya pelantikan dewan pengurus baru ini dapat mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan memberikan kontribusi terbaik bagi mahasiswa fakultas Ushuluddin di Universitas Al-azhar Kairo.

 

Reporter : Muhammad Rizky Sakti, Wildan Taufiq,  Syafzidan Tamama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penganugrahan Ushuluddin 2025: Menyalakan Semangat, Merawat Dedikasi

Qoah Burj, 19 Juli 2025 — Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin sukses menggelar Penganugerahan Ushuluddin 2025 dengan tema " Appear Dedication to Maintain the Future ". Acara ini menjadi ajang apresiasi atas dedikasi mahasiswa berprestasi serta bentuk terima kasih kepada para donatur dan mitra yang telah mendukung perjalanan SEMA-FU selama ini. Acara dibuka pukul 12.05 siang waktu Kairo oleh pembawa acara dan pembacaan Al-Qur’an oleh Istikhori Azis. Dalam sambutannya, Neal Coutsar, selaku ketua panitia menegaskan bahwa Penganugerahan ini bukan sekadar bentuk penghargaan, namun juga ajang menyalurkan semangat dan membangun budaya akademik yang sehat. Dr. Rahmat Aming Lasim, M.B.A., selaku Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kairo turut menyampaikan bahwa mahasiswa luar biasa adalah mereka yang mampu melampaui batas muqarrar  dan tidak setengah-setengah dalam menuntut ilmu. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan esai dari kandidat calon Mahasiswa Berpresta...

Fenomena dan Dinamika Talaqqi: Sebuah Analisa Terhadap Optimasi Keilmuan Masisir

Pendahuluan Dalam buku Journal of Islamic Studies yang diterbitkan Universitas Oxford, Universitas alAzhar Kairo berkali-kali disebutkan sebagai kampus dengan kajian keislaman terbaik, bahkan dinobatkan sebagai kampus yang paling berpengaruh dalam penyebaran ajaran keislaman di dunia. Hal ini dikarenakan sistem pembelajarannya yang masih cenderung autentik dari ratusan tahun yang lalu, yaitu dengan bermulazamah terhadap seorang guru atau yang dikenal sebagai ‘syekh’ serta menggunakan kurikulum keilmuan yang sudah disusun sesempurna mungkin oleh para pendahulu. Sistem pembelajaran ini kemudian dikenal dengan istilah at-Ta’alum fi al-Jami’ wa al-Jami’ah , tentu istilah tersebut tidak asing dalam pengetahuan mahasiswa Indonesia di Universitas alAzhar Kairo (masisir). At-Ta’alum fi al-Jami’ adalah kegiatan belajar-mengajar yang diikuti oleh murid di luar wilayah kampus, seperti di dalam masjid al-Azhar. Sebaliknya, at-Ta’alum fi al-Jami’ah adalah kegiatan belajar-mengajar para mahasis...

Day-1 Pekan Keilmuan: Seminar Fakultatif Menjadi Langkah Konkret SEMA-FU dalam Mencegah Salah Pilih Jurusan

Aula DAHA KMJ, 12 Juli 2025 – Sebanyak 63 mahasiswa Fakultas Ushuluddin memadati Aula DAHA KMJ hari ini dalam Seminar Fakultatif pembuka Pekan Keilmuan. Acara yang digagas Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin ini menghadirkan penjabaran mendalam tentang empat penjurusan ( tasy'ib ). Seminar yang dimoderatori langsung oleh Ketua Senat Mahasiswa Fakultas, Wildan Akbar Fathurrahman menghadirkan mahasiswa yang ahli pada masing-masing syu'bah : Syu'bah Akidah dan Filsafat dijelaskan secara gamblang oleh Mohammad Ghibran Alwi Syu'bah Dakwah dipaparkan oleh Farhan Ali Ishaqi. Syu'bah Tafsir dihadirkan oleh Holilur Rohman M.Zubaidi, Lc., M.A. Syu'bah Hadis dijelaskan oleh Ustazah Alya Mafais, Lc., Dipl.  Di berbagai sesi, para pemateri menyampaikan pesan serupa tentang memilih penjurusan. Mereka secara tegas menekankan: "Tidak ada jurusan yang secara mutlak susah atau mudah. Setiap syu'bah memiliki tantangan dan karakteristiknya masing-masing. Kunci untuk mampu ...