Langsung ke konten utama

SPA & LPJ 2022: Bertepatan dengan Hari Asyura, serta Calon Tunggal vs Kotak Kosong

Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (SEMA-FU) Universitas Al-Azhar Kairo menyelenggarakan agenda tahunan berupa Sidang Permusyawaratan Anggota (SPA) dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) setelah tamatnya kepengurusan Dewan Pengurus (DP) SEMA-FU Kabinet Rabithah 2021/2022 pada Senin (08/08) bertempat di Aula Wisma Nusantara, Rabea El-Adawea, Madinat Nasr, Cairo. Agenda ini meliputi amandemen AD/ART, LPJ, pemilihan Ketua serta pemilihan BPO masa bakti 2022/2023.


Pada pukul 12.50 CLT, acara dimulai dan dipandu oleh Muhammad Sholah El Madany Fath selaku Master of Ceremony (MC), lalu disusul oleh pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Daud Abdurrahman Bassami. Sesudah itu, para hadirin berdiri untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars PPMI yang dipimpin oleh Hanifa Minhajil Hayah. Kemudian, Ahmad Hadi Naufal selaku Ketua SPA & LPJ memberikan sambutan pertama. Dalam sambutannya, Naufal berpesan, “Saya harap untuk Ketua SEMA-FU kedepannya untuk bisa menjalankan amanah dengan baik dan memegang teguh prinsip-prinsip yang telah dibangun oleh SEMA-FU dari tahun ke tahun. Bahwa harapan kita semua sama, bahwa seiring bergantinya kepemimpinan, jabatan, dan kepengurusan, akan muncul ide-ide baru dan kualitas baru yang mana akan membuat SEMA-FU lebih baik kedepannya.” Beliau juga berpesan kepada DP Kabinet Rabithah agar tak lelah menebar kebaikan dan manfaat, walaupun masa kabinet telah berakhir.


Sambutan kedua diberikan oleh Ketua BPO, Nabiel Fauzan Mulyana. Mewakili lembaga tertinggi struktur organisasi  SEMA-FU diacara LPJ SEMA-FU kelima yang beliau datangi ini, beliau berkata “Semua itu tentang proses. Karena semua yang kita lakukan dihidup ini sangat berpengaruh terhadap kita maupun terhadap yang lain. Dan semua itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Walaupun kedepannya mungkin tidak lagi menjadi DP SEMA-FU, selalu lakukan yang terbaik dengan program kerja versi kita sendiri, walaupun berbeda dengan program kerja senat.” Beliau juga berharap agar DP SEMA-FU kedepannya menjadi yang terbaik diantara yang terbaik. Namun semua itu bukan untuk divalidasi oleh orang lain, melainkan menjadi yang terbaik untuk diri kita sendiri.


Lalu disambung dengan Sambutan dari Presiden PPMI, Auzi’na Azmal Umuur. Beliau memulai dengan menyatakan bahwa SEMA-FU bagi beliau dipandangan luar terlihat sangat baik dan bagus citranya. Beliau selalu menyarankan SEMA-FU sebagai organisasi yang menjadi pembelajaran sistem dan konsep sebelum ke organisasi lain. “Syajaratun thayyibatun asluha tsabitun wa far’uha fissamaa’, yang menaungi orang-orang. Yang bermanfaat bagi orang-orang, ada yang lapar bisa makan, ada yang kepanasan bisa berteduh, bisa mengeluarkan mata air dan sebagainya, muncul bukan dari orang-orang yang mencari profit, komersial atau memikirkan apa yang akan didapatkannya, bukan ia beri, itu yang ada di SEMA-FU saat ini.” ucap beliau, mengapresiasi SEMA-FU dengan mengutip perkataan guru beliau tentang syajaratun thayyibah. Beliau mengakhiri bahwa kemajuan kita semua tidak lahir dari gengsi atau bersaing dengan satu sama lain, akan tapi lahir dari kolaborasi, saling bahu-membahu. Bukan hanya fastabiqul khoirot, namun juga at-ta'awun alal birri wattaqwa.


Rangkaian acara sidang selanjutnya dipimpin oleh anggota BPO SEMA-FU 2021-2022 yang terdiri dari Vicky Magdarianti sebagai  Presidium Sidang I, Nabiel Fauzan Mulyana sebagai Presidium Sidang II, Hamzah Assad Abdul Jabar sebagai Presidium Sidang III, dan Hasna Nurul sebagai Notulis. Setelah pembacaan tentatif acara dan tata tertib sidang. Dalam pembacaan tentatif acara dan pembacaan tata tertib persidangan tidak ada pengamandemenan pasal; hanya saja dikarenakan peserta sidang kurang dari 2/3 kuorum maka sidang mendapat skors waktu 5 menit. Setelah itu, sidang berlanjut hingga seluruh tata tertib dibacakan.


Sesi berikutnya adalah laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus 2021/2022. Diawali oleh  Ketua SEMA-FU Muhammad Fauzan ditemani Wakilnya Muhammad Yusril Firdausi Nuzula. Muhammad Yusril menyatakan bahwa persentase program kerja yang telah terlaksana sebesar 93,65% dengan total 59/63 program kerja. 38 undangan eksternal resmi yang telah dihadiri oleh SEMA-FU. Beliau mengapresiasi persentase kehadiran DP SEMA-FU selama rapat yang cukup tinggi, yaitu sebanyak  81,70% dan antusiasme mereka dalam belajar berorganisasi. Dilanjutkan oleh pernyataan Muhammad Fauzan bahwa SEMA-FU telah menyampaikan lebih dari 70 informasi melalui instagram dan satu surat edaran. Beliau juga mengatakan bahwa ada peningkatan kinerja DP lewat program upgrading sekitar 37,5%, yang membuat beliau menyarankan pada Ketua SEMA-FU kedepannya supaya tetap melanjutkan program tersebut. Berpatokan dengan kinerja DP sebelumnya, beliau menyarankan satu hal yang perlu dilakukan calon Ketua dan Wakil SEMA-FU kedepannya, yaitu menjaga kondisi internal SEMA-FU, karena faktor keberhasilan SEMA-FU sendiri adalah kesolidan dewan pengurus dan totalitas mereka dalam mengerjakan program kerjanya. Laporan pertanggungjawaban DP SEMA-FU 2021/2022 Kabinet Rabithah, berakhir dengan diterimanya semua laporan dengan nilai 88,96 serta predikat ‘Jayyid Jiddan’.


Setelah pembacaan LPJ, hasil pemilihan BPO yang telah dilaksanakan secara online dengan prosedur dan tata cara pemilihan yang telah dirancang oleh panitia dibacakan. Dan dari semua suara yang tertampung, terdapat 5 anggota yang terpilih menjadi BPO SEMA-FU pada tahun ini, yaitu Muhammad Yusril Firdausi Nuzula,  Muhammad Fauzan, Aulia Rahman, Nur Hidayah, dan Ari Pratama Syuhada. Proses serah jabatan BPO ini diwakili oleh Nabiel Fauzan sebagai perwakilan BPO demisioner 2022/2023 dan Muhammad Yusril sebagai perwakilan BPO SEMA-FU 2022/2023. Muhammad Yusril sebagai Ketua BPO menyinggung bahwa acara SPA & LPJ tahun ini yang bertepatan dengan hari Asyura, hari dimana Nabi Musa yang telah menyelesaikan misi dakwahnya, Nabi Nuh yang telah bertahan enam bulan diatas bahteranya, dan Sayyidina Husein di Karbala. Beliau berharap itu sebagai pertanda bagi beliau untuk sanggup mengemban amanah sebagai Ketua BPO tahun ini.


Setelah pemilihan BPO, disambung dengan agenda selanjutnya berupa serah jabatan Ketua SEMA-FU 2022/2023. Di tahun ini, SEMA-FU hanya memiliki calon tunggal yang mengajukan diri dalam periode pemilihan ketua baru SEMA-FU, yaitu Muhammad Fathan Roshish (Tingkat 2, KMNTB). Dengan adanya calon tunggal yang mengajukan diri, maka surat suara posisi lawan dinyatakan dalam bentuk kotak kosong. Dari perolehan suara yang tertampung, saudara Roshish mendapatkan perolehan suara sebesar 90,3%, sementara kotak kosong mendapatkan perolehan suara sebesar 9,7%. Dengan demikian Muhammad Fathan Roshish resmi diangkat menjadi Ketua SEMA-FU masa bakti 2022/2023.


Serah terima jabatan Ketua SEMA-FU langsung diwakili oleh Muhammad Fauzan selaku Presidium I, Muhammad Yusril selaku Presidium II, dan Aulia Rahman selaku Presidium III. Setelah itu, saudara Roshish dipersilahkan untuk memberikan sambutan. “Saya mengajak teman-teman untuk kembali berintropeksi lagi tentang apa yang telah dikerjakan selama ini, itu semua percuma jika jika tak diiringi dengan keridhoan dan keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.“ Beliau tak lupa mengucapkan terimakasih kepada tim sukses beliau, anggota divisi PSDM, anggota Kabinet Rabithah, para Senior, dan anggota Kabinet Harakah dan juga memohon bantuan, dukungan dan doa untuk kabinet SEMA-FU selanjutnya. Acara tersebut diakhiri dengan prakata oleh senior Ushuluddin, Alfi Syahri, Lc. “Untuk SEMA-FU kedepannya, pasti kalian akan mendapatkan tantangan yang tak terduga. Karena semakin tinggi pohon, maka angin akan semakin kencang.” ujarnya. Beliau berpesan untuk tidak berputus asa dan menghargai setiap pekerjaan, dan mengingatkan Ketua SEMA-FU untuk tak segan meminta bantuan pada BPO dan DP nantinya.


Alhamdulillahirabbil ’aalamin, rangkaian acara SPA & LPJ SEMA-FU 2022 telah selesai dilaksanakan tepat pada pukul 19.45 CLT. Besar harapan kepada Ketua SEMA-FU terpilih beserta jajaran pengurus yang lain untuk bisa menjadikan senat sebagai wadah yang bisa menaungi dalam semua hal akademisi serta keilmuan, wadah yang bisa menuntaskan sebaik mungkin program kerja yang akan diusung di kemudian hari, serta bisa terus membawa perubahan yang lebih baik untuk kedepannya.




Oleh: Nahwa Haya Aghniarizka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penganugrahan Ushuluddin 2025: Menyalakan Semangat, Merawat Dedikasi

Qoah Burj, 19 Juli 2025 — Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin sukses menggelar Penganugerahan Ushuluddin 2025 dengan tema " Appear Dedication to Maintain the Future ". Acara ini menjadi ajang apresiasi atas dedikasi mahasiswa berprestasi serta bentuk terima kasih kepada para donatur dan mitra yang telah mendukung perjalanan SEMA-FU selama ini. Acara dibuka pukul 12.05 siang waktu Kairo oleh pembawa acara dan pembacaan Al-Qur’an oleh Istikhori Azis. Dalam sambutannya, Neal Coutsar, selaku ketua panitia menegaskan bahwa Penganugerahan ini bukan sekadar bentuk penghargaan, namun juga ajang menyalurkan semangat dan membangun budaya akademik yang sehat. Dr. Rahmat Aming Lasim, M.B.A., selaku Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kairo turut menyampaikan bahwa mahasiswa luar biasa adalah mereka yang mampu melampaui batas muqarrar  dan tidak setengah-setengah dalam menuntut ilmu. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan esai dari kandidat calon Mahasiswa Berpresta...

Fenomena dan Dinamika Talaqqi: Sebuah Analisa Terhadap Optimasi Keilmuan Masisir

Pendahuluan Dalam buku Journal of Islamic Studies yang diterbitkan Universitas Oxford, Universitas alAzhar Kairo berkali-kali disebutkan sebagai kampus dengan kajian keislaman terbaik, bahkan dinobatkan sebagai kampus yang paling berpengaruh dalam penyebaran ajaran keislaman di dunia. Hal ini dikarenakan sistem pembelajarannya yang masih cenderung autentik dari ratusan tahun yang lalu, yaitu dengan bermulazamah terhadap seorang guru atau yang dikenal sebagai ‘syekh’ serta menggunakan kurikulum keilmuan yang sudah disusun sesempurna mungkin oleh para pendahulu. Sistem pembelajaran ini kemudian dikenal dengan istilah at-Ta’alum fi al-Jami’ wa al-Jami’ah , tentu istilah tersebut tidak asing dalam pengetahuan mahasiswa Indonesia di Universitas alAzhar Kairo (masisir). At-Ta’alum fi al-Jami’ adalah kegiatan belajar-mengajar yang diikuti oleh murid di luar wilayah kampus, seperti di dalam masjid al-Azhar. Sebaliknya, at-Ta’alum fi al-Jami’ah adalah kegiatan belajar-mengajar para mahasis...

Day-1 Pekan Keilmuan: Seminar Fakultatif Menjadi Langkah Konkret SEMA-FU dalam Mencegah Salah Pilih Jurusan

Aula DAHA KMJ, 12 Juli 2025 – Sebanyak 63 mahasiswa Fakultas Ushuluddin memadati Aula DAHA KMJ hari ini dalam Seminar Fakultatif pembuka Pekan Keilmuan. Acara yang digagas Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin ini menghadirkan penjabaran mendalam tentang empat penjurusan ( tasy'ib ). Seminar yang dimoderatori langsung oleh Ketua Senat Mahasiswa Fakultas, Wildan Akbar Fathurrahman menghadirkan mahasiswa yang ahli pada masing-masing syu'bah : Syu'bah Akidah dan Filsafat dijelaskan secara gamblang oleh Mohammad Ghibran Alwi Syu'bah Dakwah dipaparkan oleh Farhan Ali Ishaqi. Syu'bah Tafsir dihadirkan oleh Holilur Rohman M.Zubaidi, Lc., M.A. Syu'bah Hadis dijelaskan oleh Ustazah Alya Mafais, Lc., Dipl.  Di berbagai sesi, para pemateri menyampaikan pesan serupa tentang memilih penjurusan. Mereka secara tegas menekankan: "Tidak ada jurusan yang secara mutlak susah atau mudah. Setiap syu'bah memiliki tantangan dan karakteristiknya masing-masing. Kunci untuk mampu ...