Langsung ke konten utama

Sambut Mahasiswa Baru, SEMA-FU Adakan Ittiba 2022.




Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar kairo kembali menyelenggarakan kegiatan Ittiba dalam rangka menyambut kedatangan mahasiswa baru Fakultas Ushuluddin, serta mengenalkan budaya akademik Al-Azhar, pada Sabtu dan Ahad (26/3-27/3).

 

Ittiba, yang merupakan akronim dari  Iltiqa’ Thullab Al-Judud ma’a Al-Ittihad At-Thalabah Al-Indunisiyyin bi Al-Kulliyyah Al-Ushuluddin, kali ini mengangkat tema “Get to Know The Marvelous Journey”.

 

Acara ini diadakan dalam dua hari. Hari pertama, panitia mengadakan Rihlah Madhyafah, disini para peserta diajak berkenalan dengan tempat-tempat yang menjadi penunjang studi keilmuan mahasiswa Al-Azhar yang ada di sekitar Distrik Darosah, diantaranya; Madhyafah Syekh Ismail Shadiq, Madhyafah Syekh Ali Jumuah, Sahah Qozoz, Ruwaq Indonesia, dll. 


“Al-Azhar itu terbagi menjadi dua, jami’ dan jami’ah. Keduanya saling melengkapi. Hendaknya, sebagai seorang thalibul ilmi sejati, kita tidak hanya mencukupkan diri dengan “jami’ah” saja, yaitu pembelajaran formal di ruang-ruang kelas kampus, karna itu tidak akan cukup, akan tetapi juga melengkapinya dengan “jami’”, mencari kajian-kajian penunjang keilmuan lainnya dengan bertalaqqi di luar kampus, agar keilmuan kita menjadi lebih paripurna.” Ucap salah seorang pembimbing kepada para peserta.

 


Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan sharing bersama para calon Mawapres di Hadiqoh Lotus, Hay Sabik. Mawapres adalah singkatan dari Mahasiswa Berprestasi Ushuluddin, yang diharapkan bisa menjadi role model bagi mahasiswa Ushuluddin lainnya. Di kesempatan ini, calon Mawapres diminta untuk berbagi cerita, pengalaman, dan nasihat kepada mahasiswa baru; sebagai bekal bagi mereka dalam menjalani studi di Mesir nantinya.

 

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan di Markaz Darul Lughah Hay Sadis, tepatnya di Qaah Syekh Muhammad Abdul Fadhil Al-Qushiy. Turut hadir pada acara puncak ini Prof. Dr. Adbullah Muhyib ‘Azb, selaku Dekan Fakultas Ushuluddin Kairo, Prof. Dr. Majdi Abdul Ghaffar, selaku Kepala Pengembangan Mutu Pendidikan Kuliah, Dr. Ahmad Hasan Muhammad Sya’rawi, selaku Wakil Kepala Komite Mutu Pendidikan Kuliah, dan Prof. Bambang Suryadi, Ph.D., selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Mesir.

 


Dalam sambutannya, Prof. Dr. Abdullah Muhyi ‘Azb menyampaikan bahwa setiap mahasiswa harus memiliki niat yang tulus dan kuat dalam menuntut ilmu di Al-Azhar, serta benar-benar menanamkan nilai wasathiyah Al-Azhar dalam dirinya. Harapannya agar mereka dapat menyebarkan nilai wasathiyah tersebut di tengah-tengah masyarakat ketika mereka kembali ke Tanah Air nanti.

 

Kemudian, setelah ishoma, acara kembali dilanjutkan dengan sesi Talkshow seputar Studi di Mesir bersama Ust. Muhammad Nuruddin, Lc. dan Workshop tentang Self Management bersama Ust. Fathan Winarto. Para peserta terlihat sangat antusias menyimak penjelasan yang disampaikan oleh masing-masing pemateri. Dilanjutkan dengan Ittiba Awards, penyerahan hadiah untuk peserta terbaik di kegiatan Ittiba. Pada pukul 17.00 tepat kegiatan pun berakhir, ditandai dengan pamitnya kedua MC dari acara.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penganugrahan Ushuluddin 2025: Menyalakan Semangat, Merawat Dedikasi

Qoah Burj, 19 Juli 2025 — Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin sukses menggelar Penganugerahan Ushuluddin 2025 dengan tema " Appear Dedication to Maintain the Future ". Acara ini menjadi ajang apresiasi atas dedikasi mahasiswa berprestasi serta bentuk terima kasih kepada para donatur dan mitra yang telah mendukung perjalanan SEMA-FU selama ini. Acara dibuka pukul 12.05 siang waktu Kairo oleh pembawa acara dan pembacaan Al-Qur’an oleh Istikhori Azis. Dalam sambutannya, Neal Coutsar, selaku ketua panitia menegaskan bahwa Penganugerahan ini bukan sekadar bentuk penghargaan, namun juga ajang menyalurkan semangat dan membangun budaya akademik yang sehat. Dr. Rahmat Aming Lasim, M.B.A., selaku Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kairo turut menyampaikan bahwa mahasiswa luar biasa adalah mereka yang mampu melampaui batas muqarrar  dan tidak setengah-setengah dalam menuntut ilmu. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan esai dari kandidat calon Mahasiswa Berpresta...

Fenomena dan Dinamika Talaqqi: Sebuah Analisa Terhadap Optimasi Keilmuan Masisir

Pendahuluan Dalam buku Journal of Islamic Studies yang diterbitkan Universitas Oxford, Universitas alAzhar Kairo berkali-kali disebutkan sebagai kampus dengan kajian keislaman terbaik, bahkan dinobatkan sebagai kampus yang paling berpengaruh dalam penyebaran ajaran keislaman di dunia. Hal ini dikarenakan sistem pembelajarannya yang masih cenderung autentik dari ratusan tahun yang lalu, yaitu dengan bermulazamah terhadap seorang guru atau yang dikenal sebagai ‘syekh’ serta menggunakan kurikulum keilmuan yang sudah disusun sesempurna mungkin oleh para pendahulu. Sistem pembelajaran ini kemudian dikenal dengan istilah at-Ta’alum fi al-Jami’ wa al-Jami’ah , tentu istilah tersebut tidak asing dalam pengetahuan mahasiswa Indonesia di Universitas alAzhar Kairo (masisir). At-Ta’alum fi al-Jami’ adalah kegiatan belajar-mengajar yang diikuti oleh murid di luar wilayah kampus, seperti di dalam masjid al-Azhar. Sebaliknya, at-Ta’alum fi al-Jami’ah adalah kegiatan belajar-mengajar para mahasis...

Day-1 Pekan Keilmuan: Seminar Fakultatif Menjadi Langkah Konkret SEMA-FU dalam Mencegah Salah Pilih Jurusan

Aula DAHA KMJ, 12 Juli 2025 – Sebanyak 63 mahasiswa Fakultas Ushuluddin memadati Aula DAHA KMJ hari ini dalam Seminar Fakultatif pembuka Pekan Keilmuan. Acara yang digagas Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin ini menghadirkan penjabaran mendalam tentang empat penjurusan ( tasy'ib ). Seminar yang dimoderatori langsung oleh Ketua Senat Mahasiswa Fakultas, Wildan Akbar Fathurrahman menghadirkan mahasiswa yang ahli pada masing-masing syu'bah : Syu'bah Akidah dan Filsafat dijelaskan secara gamblang oleh Mohammad Ghibran Alwi Syu'bah Dakwah dipaparkan oleh Farhan Ali Ishaqi. Syu'bah Tafsir dihadirkan oleh Holilur Rohman M.Zubaidi, Lc., M.A. Syu'bah Hadis dijelaskan oleh Ustazah Alya Mafais, Lc., Dipl.  Di berbagai sesi, para pemateri menyampaikan pesan serupa tentang memilih penjurusan. Mereka secara tegas menekankan: "Tidak ada jurusan yang secara mutlak susah atau mudah. Setiap syu'bah memiliki tantangan dan karakteristiknya masing-masing. Kunci untuk mampu ...