Langsung ke konten utama

Amandemen RUK 2021: Ikhtiar Peningkatan Kualitas Program Pengembangan SDM dan Kaderisasi

 


Kairo - Pada hari Selasa (19/10) di Sekretariat KPLN Mesir, Hay Asyir, SEMA-FU berhasil melaksanakan Musyawarah Amendemen RUK (Rancangan Umum Kaderisasi) yang diinisiasi oleh divisi PSDM selaku penanggung jawab atas pengadaan amendemen dokumen ini. Kegiatan ini merupakan ikhtiar dalam meingkatkan kualitas RUK sebagai sistem induk yang menjadi acuan dalam setiap program Pengembangan SDM dan kaderisasi di bawah SEMA-FU. Musyawarah amendemen ini merupakan agenda perdana, setelah RUK yang dibentuk pada periode sebelumnya disahkan pada Februari tahun ini. Musyawarah ini dihadiri 17 orang peserta penuh, dan 1 orang peserta peninjau yang terdiri dari Ketua, Divisi PSDM, Demisionaris PSDM, sebagian Dewan Pengurus, dan BPO selaku pengawas organisasi.

Acara dimulai pada pukul 14.30 CLT yang dibuka dengan tilawah Al-Quran, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan dan pengesahan tatib Musyawarah, lalu dilanjutkan ke acara inti yakni musyawarah amendemen. Musyawarah ini dipimpin oleh saudara Ahmad Hadi Naufal, dan berlangsung kurang lebih selama 3 Jam. Menurut Fathan Roshish selaku Koordinator divisi PSDM, pembahasan dalam amendemen ini didasari oleh 3 hal: pertama, RUK yang telah disahkan di periode sebelumnya. Kedua, Draft Amandemen RUK PSDM 2020/2021 atau catatan demisioner atas RUK itu sendiri dan kegiatan implementasinya. Ketiga, hasil kajian divisi PSDM periode ini. Musyawarah berlangsung dengan khidmat dan terjadi banyak tukar pendapat antar peserta, mengingat dokumen yang dimusyawarahkan mempunyai peran penting bagi SEMA-FU di masa yang akan datang. Acara selesai pada pukul 19.45, dengan pengesahan oleh Koordinator divisi PSDM, perwakilan demisioner divisi PSDM, Ketua SEMA-FU, dan perwakilan BPO kemudian ditutup dengan doa.

“Apresiasi yang besar sekali untuk musyawarah ini. Walaupun hanya dalam cakupan divisi dan perdana, akan tetapi acara ini bisa bisa dijalankan secara formal dan sistematis.” begitulah ungkapan Fathan Winarto, selaku BPO SEMA-FU 2021/2022. Adapun Alie Ilham selaku penanggung jawab Musyawarah Amendemen RUK 2021 berharap, bahwa di tahun-tahun selanjutnya setiap dewan pengurus bisa terlibat banyak dalam amendemen RUK ini. Mengingat bahwa RUK ini adalah milik SEMA-FU, sebagaimana yang diungkapkan oleh Muhammad Fauzan selaku Ketua SEMA-FU tahun ini.



Fathan Roshish

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penganugrahan Ushuluddin 2025: Menyalakan Semangat, Merawat Dedikasi

Qoah Burj, 19 Juli 2025 — Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin sukses menggelar Penganugerahan Ushuluddin 2025 dengan tema " Appear Dedication to Maintain the Future ". Acara ini menjadi ajang apresiasi atas dedikasi mahasiswa berprestasi serta bentuk terima kasih kepada para donatur dan mitra yang telah mendukung perjalanan SEMA-FU selama ini. Acara dibuka pukul 12.05 siang waktu Kairo oleh pembawa acara dan pembacaan Al-Qur’an oleh Istikhori Azis. Dalam sambutannya, Neal Coutsar, selaku ketua panitia menegaskan bahwa Penganugerahan ini bukan sekadar bentuk penghargaan, namun juga ajang menyalurkan semangat dan membangun budaya akademik yang sehat. Dr. Rahmat Aming Lasim, M.B.A., selaku Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kairo turut menyampaikan bahwa mahasiswa luar biasa adalah mereka yang mampu melampaui batas muqarrar  dan tidak setengah-setengah dalam menuntut ilmu. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan esai dari kandidat calon Mahasiswa Berpresta...

Fenomena dan Dinamika Talaqqi: Sebuah Analisa Terhadap Optimasi Keilmuan Masisir

Pendahuluan Dalam buku Journal of Islamic Studies yang diterbitkan Universitas Oxford, Universitas alAzhar Kairo berkali-kali disebutkan sebagai kampus dengan kajian keislaman terbaik, bahkan dinobatkan sebagai kampus yang paling berpengaruh dalam penyebaran ajaran keislaman di dunia. Hal ini dikarenakan sistem pembelajarannya yang masih cenderung autentik dari ratusan tahun yang lalu, yaitu dengan bermulazamah terhadap seorang guru atau yang dikenal sebagai ‘syekh’ serta menggunakan kurikulum keilmuan yang sudah disusun sesempurna mungkin oleh para pendahulu. Sistem pembelajaran ini kemudian dikenal dengan istilah at-Ta’alum fi al-Jami’ wa al-Jami’ah , tentu istilah tersebut tidak asing dalam pengetahuan mahasiswa Indonesia di Universitas alAzhar Kairo (masisir). At-Ta’alum fi al-Jami’ adalah kegiatan belajar-mengajar yang diikuti oleh murid di luar wilayah kampus, seperti di dalam masjid al-Azhar. Sebaliknya, at-Ta’alum fi al-Jami’ah adalah kegiatan belajar-mengajar para mahasis...

Day-1 Pekan Keilmuan: Seminar Fakultatif Menjadi Langkah Konkret SEMA-FU dalam Mencegah Salah Pilih Jurusan

Aula DAHA KMJ, 12 Juli 2025 – Sebanyak 63 mahasiswa Fakultas Ushuluddin memadati Aula DAHA KMJ hari ini dalam Seminar Fakultatif pembuka Pekan Keilmuan. Acara yang digagas Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin ini menghadirkan penjabaran mendalam tentang empat penjurusan ( tasy'ib ). Seminar yang dimoderatori langsung oleh Ketua Senat Mahasiswa Fakultas, Wildan Akbar Fathurrahman menghadirkan mahasiswa yang ahli pada masing-masing syu'bah : Syu'bah Akidah dan Filsafat dijelaskan secara gamblang oleh Mohammad Ghibran Alwi Syu'bah Dakwah dipaparkan oleh Farhan Ali Ishaqi. Syu'bah Tafsir dihadirkan oleh Holilur Rohman M.Zubaidi, Lc., M.A. Syu'bah Hadis dijelaskan oleh Ustazah Alya Mafais, Lc., Dipl.  Di berbagai sesi, para pemateri menyampaikan pesan serupa tentang memilih penjurusan. Mereka secara tegas menekankan: "Tidak ada jurusan yang secara mutlak susah atau mudah. Setiap syu'bah memiliki tantangan dan karakteristiknya masing-masing. Kunci untuk mampu ...