Langsung ke konten utama

Melanjutkan Studi Pascasarjana Apakah Sebuah Tuntutan atau Suatu Keharusan ?



Cairo - Siapa yang sudah tidak asing lagi dengan istilah “pembekalan tingkat 4 “?  betul, karna sedang maraknya urgensi dari pembekalan tingkat 4 tersebut , maka Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin mengadakan agenda perdana pembekalan tingkat 4 dengan tema : “ Membaca Dunia Pascasarjana : Menjadi Akademisi yang Intelek, Kontributif, dan Berdikari”  yang berhasil terlaksana pada sabtu (12/12).
 
Acara dibuka pada pukul 10.30 CLT  oleh MC dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sekaligus menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PPMI.  Merangkap pada sesi materi,  panggung acara diambil alih oleh Fathan Winarto dan Hunna Hayyu selaku moderator, terdapat dua topik pembahasan pada sesi materi pertama,  yaitu : menempuh studi pascasarjana di dalam dan luar negri dan peran sarjana untuk kemajuan ummat dan bangsa  yang telah dikupas tuntas oleh para pemateri yang luar biasa yaitu H.Mohammad Maulana Nur Kholis, Lc. MA., Kamal Ihsan, Lc., Juharotun Naqiyah, Lc. MA. dan Hamidatul Hasanah, Lc.
 
Pada sesi materi kedua, pemateri membahas topik pembicaraan yang lebih khusus sesuai background dan pengalaman mereka, dan tak lupa pula sesi tanya jawab sebagai penghujung dari serangkaian materi yang telah dipaparkan oleh pemateri.
 
Acara ini bertempat di Aula Limas, KEMASS. Dengan jumlah peserta sebanyak 16  Banin dan 29 Banat dari seluruh Fakultas dan lintas negara dan dengan sistem talkshow ini maka lahirlah acara yang harmonis, santai dan interaktif antara peserta, para pemateri dan moderator.
 
 
Nur Najmi Lail

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penganugrahan Ushuluddin 2025: Menyalakan Semangat, Merawat Dedikasi

Qoah Burj, 19 Juli 2025 — Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin sukses menggelar Penganugerahan Ushuluddin 2025 dengan tema " Appear Dedication to Maintain the Future ". Acara ini menjadi ajang apresiasi atas dedikasi mahasiswa berprestasi serta bentuk terima kasih kepada para donatur dan mitra yang telah mendukung perjalanan SEMA-FU selama ini. Acara dibuka pukul 12.05 siang waktu Kairo oleh pembawa acara dan pembacaan Al-Qur’an oleh Istikhori Azis. Dalam sambutannya, Neal Coutsar, selaku ketua panitia menegaskan bahwa Penganugerahan ini bukan sekadar bentuk penghargaan, namun juga ajang menyalurkan semangat dan membangun budaya akademik yang sehat. Dr. Rahmat Aming Lasim, M.B.A., selaku Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kairo turut menyampaikan bahwa mahasiswa luar biasa adalah mereka yang mampu melampaui batas muqarrar  dan tidak setengah-setengah dalam menuntut ilmu. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan esai dari kandidat calon Mahasiswa Berpresta...

Fenomena dan Dinamika Talaqqi: Sebuah Analisa Terhadap Optimasi Keilmuan Masisir

Pendahuluan Dalam buku Journal of Islamic Studies yang diterbitkan Universitas Oxford, Universitas alAzhar Kairo berkali-kali disebutkan sebagai kampus dengan kajian keislaman terbaik, bahkan dinobatkan sebagai kampus yang paling berpengaruh dalam penyebaran ajaran keislaman di dunia. Hal ini dikarenakan sistem pembelajarannya yang masih cenderung autentik dari ratusan tahun yang lalu, yaitu dengan bermulazamah terhadap seorang guru atau yang dikenal sebagai ‘syekh’ serta menggunakan kurikulum keilmuan yang sudah disusun sesempurna mungkin oleh para pendahulu. Sistem pembelajaran ini kemudian dikenal dengan istilah at-Ta’alum fi al-Jami’ wa al-Jami’ah , tentu istilah tersebut tidak asing dalam pengetahuan mahasiswa Indonesia di Universitas alAzhar Kairo (masisir). At-Ta’alum fi al-Jami’ adalah kegiatan belajar-mengajar yang diikuti oleh murid di luar wilayah kampus, seperti di dalam masjid al-Azhar. Sebaliknya, at-Ta’alum fi al-Jami’ah adalah kegiatan belajar-mengajar para mahasis...

Day-1 Pekan Keilmuan: Seminar Fakultatif Menjadi Langkah Konkret SEMA-FU dalam Mencegah Salah Pilih Jurusan

Aula DAHA KMJ, 12 Juli 2025 – Sebanyak 63 mahasiswa Fakultas Ushuluddin memadati Aula DAHA KMJ hari ini dalam Seminar Fakultatif pembuka Pekan Keilmuan. Acara yang digagas Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin ini menghadirkan penjabaran mendalam tentang empat penjurusan ( tasy'ib ). Seminar yang dimoderatori langsung oleh Ketua Senat Mahasiswa Fakultas, Wildan Akbar Fathurrahman menghadirkan mahasiswa yang ahli pada masing-masing syu'bah : Syu'bah Akidah dan Filsafat dijelaskan secara gamblang oleh Mohammad Ghibran Alwi Syu'bah Dakwah dipaparkan oleh Farhan Ali Ishaqi. Syu'bah Tafsir dihadirkan oleh Holilur Rohman M.Zubaidi, Lc., M.A. Syu'bah Hadis dijelaskan oleh Ustazah Alya Mafais, Lc., Dipl.  Di berbagai sesi, para pemateri menyampaikan pesan serupa tentang memilih penjurusan. Mereka secara tegas menekankan: "Tidak ada jurusan yang secara mutlak susah atau mudah. Setiap syu'bah memiliki tantangan dan karakteristiknya masing-masing. Kunci untuk mampu ...