Langsung ke konten utama

Ushuluddin Sport Day Resmi Akhiri Kegiatan Termin 1


Ushuluddin Sport Day Resmi Akhiri Kegiatan Termin 1 [SEMA-FU] - [Cairo] Sabtu (12/12) lalu SEMA-FU sukses menyelenggarakan kegiatan Ushuluddin Sport Day. Kegiatan yang berlokasi di Nadi Sallab Zahro tersebut dilaksanakan dalam rangka penutupan kegiatan termin 1 dan diikuti oleh mahasiswa fakultas ushuluddin dari semua tingkat. Mengusung tema "Sehatkan Rohani, Kuatkan Jasmani", kegiatan berlangsung cukup meriah dan seru dengan pertandingan-pertandingan yang alot dan menghibur. Selain itu suasana kekeluargaan antar peserta juga begitu terlihat sepanjang acara.

Semakin dekatnya ujian termin 1 al-Azhar tentu sebagai mahasiswa harus segera kembali ke muqorror. Namun selain penguasaan materi kuliah kita juga perlu memperhatikan kesehatan jasmani dan rohani. Karena menurut pepatah, al-'aqlu al-salim fi al-jism al-salim (akal/pikiran yang sehat itu berada pada tubuh yang sehat). "Kenapa kita memilih menutup kegiatan termin 1 ini dengan berolahraga ? Soalnya kan nanti pas ujian itu di dalam ruangan, indoor. Masa kita tutup kegiatan juga dengan indoor. Kita perlu udara segar dalam persiapan ujian ini. Kita butuh outdoor," tutur Afifuddin ketua senat.
Kegiatan ini sendiri terdiri dari futsal untuk banin dan volly untuk banat. Dari futsal sistem yang digunakan adalah kompetisi dimana 8 tim dibagi ke dalam 2 grup untuk kemudian memperebutkan status juara. Dengan dibentuknya sistem seperti ini membuat pertandingan semakin menarik karena adanya persaingan. Semua tim saling bersaing untuk membuktikan tingkat mana yang lebih baik.


"Dengan adanya olahraga bersama mahasiswa ushul ini cukup membantu untuk saling mengenal satu sama lain teman fakultas dan menunjukkan bahwa kita tidak sendirian. Kita memiliki banyak teman," ujar salah satu senior ushuluddin.

Kegiatan berakhir pada pukul 17.00 CLT tepat setelah pertandingan final yang mempertemukan tim Fayyoum (tingkat 1) dengan tim Tanta (tingkat 3) berakhir lewat adu pinalti untuk kemenangan tim Fayyoum. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hadiah juara dan foto bersama. Dengan berakhirnya kegiatan ini secara resmi kegiatan termin 1 ditutup untuk kemudian memfokuskan diri menuju ujian termin 1 al-Azhar dan kembali ke muqorror. [elfa]


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penganugrahan Ushuluddin 2025: Menyalakan Semangat, Merawat Dedikasi

Qoah Burj, 19 Juli 2025 — Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin sukses menggelar Penganugerahan Ushuluddin 2025 dengan tema " Appear Dedication to Maintain the Future ". Acara ini menjadi ajang apresiasi atas dedikasi mahasiswa berprestasi serta bentuk terima kasih kepada para donatur dan mitra yang telah mendukung perjalanan SEMA-FU selama ini. Acara dibuka pukul 12.05 siang waktu Kairo oleh pembawa acara dan pembacaan Al-Qur’an oleh Istikhori Azis. Dalam sambutannya, Neal Coutsar, selaku ketua panitia menegaskan bahwa Penganugerahan ini bukan sekadar bentuk penghargaan, namun juga ajang menyalurkan semangat dan membangun budaya akademik yang sehat. Dr. Rahmat Aming Lasim, M.B.A., selaku Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kairo turut menyampaikan bahwa mahasiswa luar biasa adalah mereka yang mampu melampaui batas muqarrar  dan tidak setengah-setengah dalam menuntut ilmu. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan esai dari kandidat calon Mahasiswa Berpresta...

Fenomena dan Dinamika Talaqqi: Sebuah Analisa Terhadap Optimasi Keilmuan Masisir

Pendahuluan Dalam buku Journal of Islamic Studies yang diterbitkan Universitas Oxford, Universitas alAzhar Kairo berkali-kali disebutkan sebagai kampus dengan kajian keislaman terbaik, bahkan dinobatkan sebagai kampus yang paling berpengaruh dalam penyebaran ajaran keislaman di dunia. Hal ini dikarenakan sistem pembelajarannya yang masih cenderung autentik dari ratusan tahun yang lalu, yaitu dengan bermulazamah terhadap seorang guru atau yang dikenal sebagai ‘syekh’ serta menggunakan kurikulum keilmuan yang sudah disusun sesempurna mungkin oleh para pendahulu. Sistem pembelajaran ini kemudian dikenal dengan istilah at-Ta’alum fi al-Jami’ wa al-Jami’ah , tentu istilah tersebut tidak asing dalam pengetahuan mahasiswa Indonesia di Universitas alAzhar Kairo (masisir). At-Ta’alum fi al-Jami’ adalah kegiatan belajar-mengajar yang diikuti oleh murid di luar wilayah kampus, seperti di dalam masjid al-Azhar. Sebaliknya, at-Ta’alum fi al-Jami’ah adalah kegiatan belajar-mengajar para mahasis...

Day-1 Pekan Keilmuan: Seminar Fakultatif Menjadi Langkah Konkret SEMA-FU dalam Mencegah Salah Pilih Jurusan

Aula DAHA KMJ, 12 Juli 2025 – Sebanyak 63 mahasiswa Fakultas Ushuluddin memadati Aula DAHA KMJ hari ini dalam Seminar Fakultatif pembuka Pekan Keilmuan. Acara yang digagas Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin ini menghadirkan penjabaran mendalam tentang empat penjurusan ( tasy'ib ). Seminar yang dimoderatori langsung oleh Ketua Senat Mahasiswa Fakultas, Wildan Akbar Fathurrahman menghadirkan mahasiswa yang ahli pada masing-masing syu'bah : Syu'bah Akidah dan Filsafat dijelaskan secara gamblang oleh Mohammad Ghibran Alwi Syu'bah Dakwah dipaparkan oleh Farhan Ali Ishaqi. Syu'bah Tafsir dihadirkan oleh Holilur Rohman M.Zubaidi, Lc., M.A. Syu'bah Hadis dijelaskan oleh Ustazah Alya Mafais, Lc., Dipl.  Di berbagai sesi, para pemateri menyampaikan pesan serupa tentang memilih penjurusan. Mereka secara tegas menekankan: "Tidak ada jurusan yang secara mutlak susah atau mudah. Setiap syu'bah memiliki tantangan dan karakteristiknya masing-masing. Kunci untuk mampu ...