Langsung ke konten utama

Pelantikan Dewan Pengurus SEMA-FU 2015-2016

               

Pelantikan Dewan Pengurus SEMA-FU 2015-2016 [SEMA-FU] - Sabtu (8/10) lalu, Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (atau yang biasa dikenal dengan singkatan SEMA-FU)  resmi mencetuskan generasi-generasi baru sebagai Dewan Pengurus Harian SEMA-FU dalam acara Pelantikan, Upgrading dan Rapat Kerja Dewan Pengurus Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Periode 2015/2016. Acara pelantikan dimulai pukul 10.30 clt oleh pembawa acara dengan dihadiri oleh Presiden PPMI, Ketua FORSEMA (Forum Senat Mahasiswa) serta para ketua dari senat-senat fakultas Al Azhar Kairo. Adapun prosesi pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Presiden PPMI Abdul Ghofur Mahmudin, dengan memimpin pembacaan ikrar dan janji Dewan Pengurus. Dalam sambutannya, Presiden PPMI pun mengucapkan selamat kepada para pengurus dan meyampaikan harapan-harapannya untuk Senat Fakultas Ushuluddin kedepannya. Beliau juga menyampaikan rasa percaya dirinya akan kemajuan Fakultas Ushuluddin ke depannya. Hal tersebut menjadi sebuah suntikan yang menjadikan para pengurus tersebut menjadi tidak sabar dan semakin berkobar semangatnya untuk segera menjalankan tugas dan amanah dalam meningkatkan kegiatan kesenatan dan mendukung prosentase ke-najah-an mahasiswa Fakultas Ushuluddin lainnya.

         Patut diakui, bahwa dalam beberapa periode terakhir ini SEMA-FU memang mengalami kemunduran dan kepasifan akan program-program kegiatan kesenatan khususnya program pendalaman materi kuliah maupun nonkuliah seperti kajian ilmiah, bimbingan muqorror, diskusi study club dan sebagainya. Untuk itu, harapan akan masa depan Ushuluddin yang lebih baik ke depannya adalah sebuah tanggung jawab dari masing-masing  pengurus baru untuk saling berkesinambungan dalam merealisasikan dan  memulai amanah dengan sepenuh hati dan ikhlas. Semoga dengan terpilihnya Dewan Pengurus Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin 2015/2016 ini dapat tercipta suatu gebrakan yang berkualitas dengan tetap berlandaskan kepada aqidah seorang Azhari yakni wasathiyah. Dan semoga, prosentase kenajahan mahasiswa Indonesia Fakultas Ushuluddin pun semakin meningkat dengan semangat belajar dan bertugas yang siap dicontohkan oleh seluruh Dewan Pengurus Harian ini.

            Salam Ushuluddin !!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penganugrahan Ushuluddin 2025: Menyalakan Semangat, Merawat Dedikasi

Qoah Burj, 19 Juli 2025 — Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin sukses menggelar Penganugerahan Ushuluddin 2025 dengan tema " Appear Dedication to Maintain the Future ". Acara ini menjadi ajang apresiasi atas dedikasi mahasiswa berprestasi serta bentuk terima kasih kepada para donatur dan mitra yang telah mendukung perjalanan SEMA-FU selama ini. Acara dibuka pukul 12.05 siang waktu Kairo oleh pembawa acara dan pembacaan Al-Qur’an oleh Istikhori Azis. Dalam sambutannya, Neal Coutsar, selaku ketua panitia menegaskan bahwa Penganugerahan ini bukan sekadar bentuk penghargaan, namun juga ajang menyalurkan semangat dan membangun budaya akademik yang sehat. Dr. Rahmat Aming Lasim, M.B.A., selaku Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kairo turut menyampaikan bahwa mahasiswa luar biasa adalah mereka yang mampu melampaui batas muqarrar  dan tidak setengah-setengah dalam menuntut ilmu. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan esai dari kandidat calon Mahasiswa Berpresta...

Fenomena dan Dinamika Talaqqi: Sebuah Analisa Terhadap Optimasi Keilmuan Masisir

Pendahuluan Dalam buku Journal of Islamic Studies yang diterbitkan Universitas Oxford, Universitas alAzhar Kairo berkali-kali disebutkan sebagai kampus dengan kajian keislaman terbaik, bahkan dinobatkan sebagai kampus yang paling berpengaruh dalam penyebaran ajaran keislaman di dunia. Hal ini dikarenakan sistem pembelajarannya yang masih cenderung autentik dari ratusan tahun yang lalu, yaitu dengan bermulazamah terhadap seorang guru atau yang dikenal sebagai ‘syekh’ serta menggunakan kurikulum keilmuan yang sudah disusun sesempurna mungkin oleh para pendahulu. Sistem pembelajaran ini kemudian dikenal dengan istilah at-Ta’alum fi al-Jami’ wa al-Jami’ah , tentu istilah tersebut tidak asing dalam pengetahuan mahasiswa Indonesia di Universitas alAzhar Kairo (masisir). At-Ta’alum fi al-Jami’ adalah kegiatan belajar-mengajar yang diikuti oleh murid di luar wilayah kampus, seperti di dalam masjid al-Azhar. Sebaliknya, at-Ta’alum fi al-Jami’ah adalah kegiatan belajar-mengajar para mahasis...

Day-1 Pekan Keilmuan: Seminar Fakultatif Menjadi Langkah Konkret SEMA-FU dalam Mencegah Salah Pilih Jurusan

Aula DAHA KMJ, 12 Juli 2025 – Sebanyak 63 mahasiswa Fakultas Ushuluddin memadati Aula DAHA KMJ hari ini dalam Seminar Fakultatif pembuka Pekan Keilmuan. Acara yang digagas Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin ini menghadirkan penjabaran mendalam tentang empat penjurusan ( tasy'ib ). Seminar yang dimoderatori langsung oleh Ketua Senat Mahasiswa Fakultas, Wildan Akbar Fathurrahman menghadirkan mahasiswa yang ahli pada masing-masing syu'bah : Syu'bah Akidah dan Filsafat dijelaskan secara gamblang oleh Mohammad Ghibran Alwi Syu'bah Dakwah dipaparkan oleh Farhan Ali Ishaqi. Syu'bah Tafsir dihadirkan oleh Holilur Rohman M.Zubaidi, Lc., M.A. Syu'bah Hadis dijelaskan oleh Ustazah Alya Mafais, Lc., Dipl.  Di berbagai sesi, para pemateri menyampaikan pesan serupa tentang memilih penjurusan. Mereka secara tegas menekankan: "Tidak ada jurusan yang secara mutlak susah atau mudah. Setiap syu'bah memiliki tantangan dan karakteristiknya masing-masing. Kunci untuk mampu ...