Langsung ke konten utama

Gerakan Bazaar SEMA-FU : Sebuah Ge(b)rakan Baru


       Ahad (20/9) SEMA-FU mengadakan bazaar di Hadiqoh Dauliyah yang diprakarsai oleh PPMI pada acara ORMABA 2015-2016. Gerakan Bazaar Ushuluddin merupakan gerakan pertama yang dilaksanakan oleh DP SEMA FU 2015-2016. Jauh sebelumnya, gerakan bazaar ini telah direncanakan dan akan berlanjut ke depannya. Indahnya kebersamaan, semuanya bekerja sama untuk mempersiapkan menu yang akan diadakan pada acara bazaar. Untuk langkah awal menu yang kami siapkan berupa gorengan (makanan ringan) dan es timun yang menjadi andalan kami. 
       Alhamdulillah, bazaar berjalan dengan lancar dan sukses. Buktinya, semua menu yang kami siapkan habis terjual. Banyak dari pembeli dari mahasiswa baru dan tak kalah juga dari para senior dan panitia PPMI pun ikut serta untuk membeli dan merasakan menu SEMA FU.
       "Oke, bicara soal bazaar Sema-FU kemaren hal pertama yang ingin saya katakan tentunya saya senang sekali. Selain karena itu merupakan pengalaman berharga bagi saya pribadi, hal itu juga merupakan ajang pembuktian dari semangat dan kesolidan teman2 DP harian senat ushuluddin dalam bekerja sama untuk mengabdi kepada senat . Hal ini saya lihat sendiri waktu di tempat acara. Bagaimana teman2 begitu sangat antusias dan bersemangat dalam menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk bazaar kemarin. Walaupun hanya dengan persiapan yang bisa dibilang mendadak. Tapi ala kulli hal, alhamdulillah semuanya berjalan lancar seperti yang diharapkan, sebagian besar dagangan kami habis, uang modal kembali dan tentunya keuntungan juga dapet, hehe", komentar ketua SEMA-FU, Afifuddin.
       Harapan kami kedepannya semoga kami tetap antusias untuk mengikuti event seperti bazaar ini. Dan bisa selalu solid juga semangat tentunya dalam bekerja sama untuk membangun senat ushuluddin yang lebih baik. Tidak hanya sebatas di bazaar kemarin saja. Karena perjalanan kami masih panjang kedepannya.
       Tetap semangat dan salam Ushuluddin !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penganugrahan Ushuluddin 2025: Menyalakan Semangat, Merawat Dedikasi

Qoah Burj, 19 Juli 2025 — Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin sukses menggelar Penganugerahan Ushuluddin 2025 dengan tema " Appear Dedication to Maintain the Future ". Acara ini menjadi ajang apresiasi atas dedikasi mahasiswa berprestasi serta bentuk terima kasih kepada para donatur dan mitra yang telah mendukung perjalanan SEMA-FU selama ini. Acara dibuka pukul 12.05 siang waktu Kairo oleh pembawa acara dan pembacaan Al-Qur’an oleh Istikhori Azis. Dalam sambutannya, Neal Coutsar, selaku ketua panitia menegaskan bahwa Penganugerahan ini bukan sekadar bentuk penghargaan, namun juga ajang menyalurkan semangat dan membangun budaya akademik yang sehat. Dr. Rahmat Aming Lasim, M.B.A., selaku Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kairo turut menyampaikan bahwa mahasiswa luar biasa adalah mereka yang mampu melampaui batas muqarrar  dan tidak setengah-setengah dalam menuntut ilmu. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan esai dari kandidat calon Mahasiswa Berpresta...

Fenomena dan Dinamika Talaqqi: Sebuah Analisa Terhadap Optimasi Keilmuan Masisir

Pendahuluan Dalam buku Journal of Islamic Studies yang diterbitkan Universitas Oxford, Universitas alAzhar Kairo berkali-kali disebutkan sebagai kampus dengan kajian keislaman terbaik, bahkan dinobatkan sebagai kampus yang paling berpengaruh dalam penyebaran ajaran keislaman di dunia. Hal ini dikarenakan sistem pembelajarannya yang masih cenderung autentik dari ratusan tahun yang lalu, yaitu dengan bermulazamah terhadap seorang guru atau yang dikenal sebagai ‘syekh’ serta menggunakan kurikulum keilmuan yang sudah disusun sesempurna mungkin oleh para pendahulu. Sistem pembelajaran ini kemudian dikenal dengan istilah at-Ta’alum fi al-Jami’ wa al-Jami’ah , tentu istilah tersebut tidak asing dalam pengetahuan mahasiswa Indonesia di Universitas alAzhar Kairo (masisir). At-Ta’alum fi al-Jami’ adalah kegiatan belajar-mengajar yang diikuti oleh murid di luar wilayah kampus, seperti di dalam masjid al-Azhar. Sebaliknya, at-Ta’alum fi al-Jami’ah adalah kegiatan belajar-mengajar para mahasis...

Day-1 Pekan Keilmuan: Seminar Fakultatif Menjadi Langkah Konkret SEMA-FU dalam Mencegah Salah Pilih Jurusan

Aula DAHA KMJ, 12 Juli 2025 – Sebanyak 63 mahasiswa Fakultas Ushuluddin memadati Aula DAHA KMJ hari ini dalam Seminar Fakultatif pembuka Pekan Keilmuan. Acara yang digagas Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin ini menghadirkan penjabaran mendalam tentang empat penjurusan ( tasy'ib ). Seminar yang dimoderatori langsung oleh Ketua Senat Mahasiswa Fakultas, Wildan Akbar Fathurrahman menghadirkan mahasiswa yang ahli pada masing-masing syu'bah : Syu'bah Akidah dan Filsafat dijelaskan secara gamblang oleh Mohammad Ghibran Alwi Syu'bah Dakwah dipaparkan oleh Farhan Ali Ishaqi. Syu'bah Tafsir dihadirkan oleh Holilur Rohman M.Zubaidi, Lc., M.A. Syu'bah Hadis dijelaskan oleh Ustazah Alya Mafais, Lc., Dipl.  Di berbagai sesi, para pemateri menyampaikan pesan serupa tentang memilih penjurusan. Mereka secara tegas menekankan: "Tidak ada jurusan yang secara mutlak susah atau mudah. Setiap syu'bah memiliki tantangan dan karakteristiknya masing-masing. Kunci untuk mampu ...