Langsung ke konten utama

Surat Terbuka dari Arruhul Jadid untuk Kabinet Inspiratif




   

      Senat merupakan  lembaga otonom di bawah naungan PPMI, namun kami lebih menyukai untuk menyebut PPMI sebagai induk atau orangtua kami. Hampir satu tahun berkhidmah bersama demi memajukan warga PPMI ke arah yang lebih siap bersaing dalam dunia akdemisi, terkhusus bagi mereka warga Ushuluddin. Khidmah ini sangat tabu apabila tak ada bimbingan dan arahan yang intens dari mereka yang telah kami anggap sebagai orangtua kami.
PPMI Mesir masa bakti 2018-2019 yang dinahkodai oleh Saudara Saeful Jihad, Lc sebagai presiden, Saudara M. Al-Chudlori, Lc sebagai wakil presiden dan Saudara Najid Akhtiar, Lc sebagai sekertaris jendral, resmi melepas jabatan mereka pada Jum’at, 28 Juni 2019. Hampir satu tahun kami membersamai mereka dalam khidmah. Hiruk pikuk dunia kemasisiran terkhusus dunia perkuliahan telah kami lewati bersama. 
   Bukan hanya sebagai partner biasa namun mereka bisa dikatakan tempat kami menyampaikan keluh dan menceritakan kesah. Dan perumpamaan PPMI sebagai orangtua kandung senat rasanya tak berlebihan jika mengingat mereka yang selalu siap mendengarkan dan juga tak jarang berbagi solusi terhadap berbagai masalah. 
“ Ayo Ky, kalau ada masalah atau apa pun itu datang aja ke Wisma kita disukusikan sama-sama sambil minum teh,” tak jarang ucapan tersebut disampaikan oleh Presiden Saeful Jihad,Lc  secara langsung maupun melalui pesan whatsapp.
Hubungan ini harmonis mungkin sebab kita memiliki tujuan yang sama yaitu ingin memajukan dunia akademisi para mahasiswa dan meningkatkan grafik kenajahan mahasiswa. Oleh karenanya di awal jabatan, kami sebagai perwakilan Senat Mahsiswa bersama PPMI mengadakan program Masisir Mutfawwiq yang dibuka dengan acara takrim najihiin guna memberi apresiasi kepada para mahasiswa dan mahasiswi berprestasi, dengan harapan dapat memberi motivasi bagi mahasiswa lainnya.
 Berlanjut dengan agenda-agenda lainnya demi mewujudkan makna dari takrim najihin itu sendiri. Dalam pelaksanaannya agenda-agenda tersebut diberi fasilitas penuh oleh PPMI, dan kemudian konsep kegiatannya dikembalikan kepada segenap lembaga kefakultasan, agar kegiatan yang diadakan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Kabinet inspiratif, demikianlah nama sekumpulan orang yang berjuang menghidupkan dinamika Masisir setahun belakangan. Sesuai dengan namanya  telah memberi inspirasi bagi Masisir terutama bagi kami sebagai lembaga otonom. Kami sangat takjub dengan agenda-agenda berbau keazharan yang mereka sodorkan ke hadapan Masisir yang mana itu merupakan inovasi baru serta mereka mampu bekerja sama dengan pihak Universitas al-Azhar secara langsung. Kita bisa saksiakan pada saat itu bagaimana Masjid Azhar dalam beberapa hari dipenuhi oleh Mahasiswa Indonesia duduk mendengarkan langsung dari para duktur-duktur ternama bagaimana sebenarnya Manhaj al-Azhar. Menerut kami ini merupakan agenda baru dan sangat luar biasa.
Tidak berhenti sampai di situ, dengan kurun waktu kurang dari satu tahun, kabinet Inspiratif  mampu mengeluarkan tiga karya tulis yang luar biasa, dianataranya; Islam Wasathi karya yang mendapatkan pujian bukan hanya dari tokoh-tokoh Masisir saja melainkan juga pujian dari tokoh-tokoh yang ada di Indoneisa. Ini merupakan buah tangan dari beberapa Mahasiswa Indonesia S2  al-Azhar, juga Anwar al-Wasathiah, dan Kumpulan Opini merupakan karya yang spaktukuler.
Tulisan sederhana ini mungkin tak mampu memberikan gambaran secara gamblang bagaimana kerja keras PPMI Mesir selama setahun, dan bahkan tulisan ini pun rasanya tak akan menemui tanda titik untuk mengungkapkan rasa kagum serta terimakasih kami atas segala dedikasi yang Kabinet Inspratif berikan.  Namun kami berharap, setidaknya melalui tulisan ini Masisir mendapatkan gambaran dan kemudian dapat menilai sendiri bagaimana usaha luar biasa yang telah dilakukan oleh segenap Dewan Pengurus Kabinet Inspiratif untuk tetap menjaga citra dan nama baik PPMI Mesir.
Menutup tulisan ini, kami ingin menyampaikan rasa terimakasih kami kepada Kabnet Inspiratif yang telah menjalankan perannya sebagai Lembaga Eksekutif dengan amat baik. Segala dukungan untuk kami, baik dukungan moril maupun materil, kami berharap Allah swt membalasnya dengan sebaik-baik balasan. Tidak hanya setahun, kami berharap dapat dipertemukan kembali dalam medan juang yang sama, medan juang dimana kita semua saling tolong-menolong dalam kebaikan - sebagaimana termaktub dalam firmanNya- di tanah air tercinta, bahkan hingga di akhirat kelak.
[Tulisan ini dibuat oleh Rifky Ramdhani, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin 2018-2019]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penganugrahan Ushuluddin 2025: Menyalakan Semangat, Merawat Dedikasi

Qoah Burj, 19 Juli 2025 — Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin sukses menggelar Penganugerahan Ushuluddin 2025 dengan tema " Appear Dedication to Maintain the Future ". Acara ini menjadi ajang apresiasi atas dedikasi mahasiswa berprestasi serta bentuk terima kasih kepada para donatur dan mitra yang telah mendukung perjalanan SEMA-FU selama ini. Acara dibuka pukul 12.05 siang waktu Kairo oleh pembawa acara dan pembacaan Al-Qur’an oleh Istikhori Azis. Dalam sambutannya, Neal Coutsar, selaku ketua panitia menegaskan bahwa Penganugerahan ini bukan sekadar bentuk penghargaan, namun juga ajang menyalurkan semangat dan membangun budaya akademik yang sehat. Dr. Rahmat Aming Lasim, M.B.A., selaku Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kairo turut menyampaikan bahwa mahasiswa luar biasa adalah mereka yang mampu melampaui batas muqarrar  dan tidak setengah-setengah dalam menuntut ilmu. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan esai dari kandidat calon Mahasiswa Berpresta...

Fenomena dan Dinamika Talaqqi: Sebuah Analisa Terhadap Optimasi Keilmuan Masisir

Pendahuluan Dalam buku Journal of Islamic Studies yang diterbitkan Universitas Oxford, Universitas alAzhar Kairo berkali-kali disebutkan sebagai kampus dengan kajian keislaman terbaik, bahkan dinobatkan sebagai kampus yang paling berpengaruh dalam penyebaran ajaran keislaman di dunia. Hal ini dikarenakan sistem pembelajarannya yang masih cenderung autentik dari ratusan tahun yang lalu, yaitu dengan bermulazamah terhadap seorang guru atau yang dikenal sebagai ‘syekh’ serta menggunakan kurikulum keilmuan yang sudah disusun sesempurna mungkin oleh para pendahulu. Sistem pembelajaran ini kemudian dikenal dengan istilah at-Ta’alum fi al-Jami’ wa al-Jami’ah , tentu istilah tersebut tidak asing dalam pengetahuan mahasiswa Indonesia di Universitas alAzhar Kairo (masisir). At-Ta’alum fi al-Jami’ adalah kegiatan belajar-mengajar yang diikuti oleh murid di luar wilayah kampus, seperti di dalam masjid al-Azhar. Sebaliknya, at-Ta’alum fi al-Jami’ah adalah kegiatan belajar-mengajar para mahasis...

Day-1 Pekan Keilmuan: Seminar Fakultatif Menjadi Langkah Konkret SEMA-FU dalam Mencegah Salah Pilih Jurusan

Aula DAHA KMJ, 12 Juli 2025 – Sebanyak 63 mahasiswa Fakultas Ushuluddin memadati Aula DAHA KMJ hari ini dalam Seminar Fakultatif pembuka Pekan Keilmuan. Acara yang digagas Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin ini menghadirkan penjabaran mendalam tentang empat penjurusan ( tasy'ib ). Seminar yang dimoderatori langsung oleh Ketua Senat Mahasiswa Fakultas, Wildan Akbar Fathurrahman menghadirkan mahasiswa yang ahli pada masing-masing syu'bah : Syu'bah Akidah dan Filsafat dijelaskan secara gamblang oleh Mohammad Ghibran Alwi Syu'bah Dakwah dipaparkan oleh Farhan Ali Ishaqi. Syu'bah Tafsir dihadirkan oleh Holilur Rohman M.Zubaidi, Lc., M.A. Syu'bah Hadis dijelaskan oleh Ustazah Alya Mafais, Lc., Dipl.  Di berbagai sesi, para pemateri menyampaikan pesan serupa tentang memilih penjurusan. Mereka secara tegas menekankan: "Tidak ada jurusan yang secara mutlak susah atau mudah. Setiap syu'bah memiliki tantangan dan karakteristiknya masing-masing. Kunci untuk mampu ...