Langsung ke konten utama

Senat Sebagai Amanah Dan Motor Penggerak



Senat sebagai amanah dan motor penggerak [SEMA FU 2016-2017]- Ujian telah usai. Tetiba rasa kangen dan rindu antar pengurus telah sampai di hati. Saatnya kita merapatkan barisan dan melangkah menuju SEMA FU yang bersinergi.

Senin (23/01) lalu  di ruang FORSEMA Dewan Pengurus Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin (DP SEMA FU 2016-2017) mengadakan "reunion" (temu kangen) sekaligus "farewell party" (wada'an) ketua SEMA FU masa bakti 2013-2015 -Sdra M.Shun Fan Ulum Fiy- yang akan berpulang ke pangkuan ibu pertiwi pada awwal bulan mendatang. Ini bertujuan untuk menjalin komunikasi dan persaudaraan menuju DP SEMA FU yang bersinergi.







Ketua SEMA FU 2016-2017 -Sdra Ibnu Al Hafizh- bersama wakilnya -Sdra Kemass Ahmad Fadhluzzaky- membuka rangkaian kegiatan dengan pembahasan seputar program kerja selama satu termin kedepan hingga akhir masa jabatan tiba. Untuk satu termin kedepan sampai akhir masa jabatan tiba, akan diadakan berbagai kegiatan yang tentunya sangat menginspirasi dan mengena bagi masisir umumnya,khususnya bagi mahasiswa Fakultas Ushuluddin,baik "indoor" maupun "out door". Adapun berbagai kegiatan ini akan dimulai pada awwal bulan mendatang dan untuk mensukseskannya, DP SEMA FU akan menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga lain yang ada di lingkup "masisir".

Berlanjut dengan sesi bincang-bincang santai seputar pengalaman ke"senat"an yang diisi oleh para senior SEMA FU -DP SEMA FU 2015-2016-.Dimulai dari Ketua SEMA FU 2015-2016, Sdra Afifuddin,lalu diteruskan oleh Sdra M Ridha dan Sdri Fitriatunnisa (DP SEMA FU 2015-216), setelah itu diselingi dengan sesi tanya jawab seputar pemilihan jurusan yang dijawab oleh Sdra Khadafi, Sdra Edi Sumardi dan Sdra Farizal Anwar. Lalu sesi ini diakhiri oleh sepatah kata perpisahan dan motivasi dari ketua SEMA FU 2013-2015, Sdra M.Shun Fan Ulum Fiy.


"Senat itu sebagai penggerak   masisir (secara umum) dan mahasiswa Ushuluddin (khususnya). Tugas Senat adalah menggerakkan mahasiswa untuk rajin datang ke kuliah,mengikuti perkuliahan dengan tekun dan giat, dapat memandang semua matkul sangat penting dan saling berkesinambungan antara satu sama lain,serta mengenali dosen dan mengambil faidah dan barokah darinya." Afifuddin



"Senat itu gak cuma di masisir aja,tapi di kampus,bahkan di parlemen "thullabul wafidin". Jadi kita harus ngelebarin sayap. Jadikan senat kita terbaik tidak hanya di lingkup masisir aja,namun terbaik di kampus dan parlemen wafidin." M.Shun Fan Ulum Fiy (Ketua SEMA FU 2013-2015).



"Senat ada di tangan kalian,mau majuin senat bisa,mau ngancurin senat juga bisa,itu terserah kalian." Tuturnya.



"...intinya kita harus punya "sense of belonging" ke senat dan kita harus enjoy dengan peran kita di senat sebagai apa, insya allah kita akan mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dan bagus dari senat itu." (Fitriatunnisa).


Solat maghrib berjamaah sekaligus makan bersama mengakhiri pertemuan tersebut dan tak lupa diadakan foto bersama sebelum beranjak pulang.

Diharapkan pertemuan ini sebagai ajang persaudaraan antar DP untuk menuju Senat yang bersinergi.


Salam Ushuluddin Mantap!!! 
(*junjun6*)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penganugrahan Ushuluddin 2025: Menyalakan Semangat, Merawat Dedikasi

Qoah Burj, 19 Juli 2025 — Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin sukses menggelar Penganugerahan Ushuluddin 2025 dengan tema " Appear Dedication to Maintain the Future ". Acara ini menjadi ajang apresiasi atas dedikasi mahasiswa berprestasi serta bentuk terima kasih kepada para donatur dan mitra yang telah mendukung perjalanan SEMA-FU selama ini. Acara dibuka pukul 12.05 siang waktu Kairo oleh pembawa acara dan pembacaan Al-Qur’an oleh Istikhori Azis. Dalam sambutannya, Neal Coutsar, selaku ketua panitia menegaskan bahwa Penganugerahan ini bukan sekadar bentuk penghargaan, namun juga ajang menyalurkan semangat dan membangun budaya akademik yang sehat. Dr. Rahmat Aming Lasim, M.B.A., selaku Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Kairo turut menyampaikan bahwa mahasiswa luar biasa adalah mereka yang mampu melampaui batas muqarrar  dan tidak setengah-setengah dalam menuntut ilmu. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan esai dari kandidat calon Mahasiswa Berpresta...

Fenomena dan Dinamika Talaqqi: Sebuah Analisa Terhadap Optimasi Keilmuan Masisir

Pendahuluan Dalam buku Journal of Islamic Studies yang diterbitkan Universitas Oxford, Universitas alAzhar Kairo berkali-kali disebutkan sebagai kampus dengan kajian keislaman terbaik, bahkan dinobatkan sebagai kampus yang paling berpengaruh dalam penyebaran ajaran keislaman di dunia. Hal ini dikarenakan sistem pembelajarannya yang masih cenderung autentik dari ratusan tahun yang lalu, yaitu dengan bermulazamah terhadap seorang guru atau yang dikenal sebagai ‘syekh’ serta menggunakan kurikulum keilmuan yang sudah disusun sesempurna mungkin oleh para pendahulu. Sistem pembelajaran ini kemudian dikenal dengan istilah at-Ta’alum fi al-Jami’ wa al-Jami’ah , tentu istilah tersebut tidak asing dalam pengetahuan mahasiswa Indonesia di Universitas alAzhar Kairo (masisir). At-Ta’alum fi al-Jami’ adalah kegiatan belajar-mengajar yang diikuti oleh murid di luar wilayah kampus, seperti di dalam masjid al-Azhar. Sebaliknya, at-Ta’alum fi al-Jami’ah adalah kegiatan belajar-mengajar para mahasis...

Day-1 Pekan Keilmuan: Seminar Fakultatif Menjadi Langkah Konkret SEMA-FU dalam Mencegah Salah Pilih Jurusan

Aula DAHA KMJ, 12 Juli 2025 – Sebanyak 63 mahasiswa Fakultas Ushuluddin memadati Aula DAHA KMJ hari ini dalam Seminar Fakultatif pembuka Pekan Keilmuan. Acara yang digagas Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin ini menghadirkan penjabaran mendalam tentang empat penjurusan ( tasy'ib ). Seminar yang dimoderatori langsung oleh Ketua Senat Mahasiswa Fakultas, Wildan Akbar Fathurrahman menghadirkan mahasiswa yang ahli pada masing-masing syu'bah : Syu'bah Akidah dan Filsafat dijelaskan secara gamblang oleh Mohammad Ghibran Alwi Syu'bah Dakwah dipaparkan oleh Farhan Ali Ishaqi. Syu'bah Tafsir dihadirkan oleh Holilur Rohman M.Zubaidi, Lc., M.A. Syu'bah Hadis dijelaskan oleh Ustazah Alya Mafais, Lc., Dipl.  Di berbagai sesi, para pemateri menyampaikan pesan serupa tentang memilih penjurusan. Mereka secara tegas menekankan: "Tidak ada jurusan yang secara mutlak susah atau mudah. Setiap syu'bah memiliki tantangan dan karakteristiknya masing-masing. Kunci untuk mampu ...